Lintasjejaring.com, Tanjung Selor – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan bersama TNI-Polri dan masyarakat memperkuat gerakan penghijauan di Kabupaten Bulungan. Langkah tersebut mereka lakukan melalui Aksi Penanaman Satu Juta Pohon Tahun 2026 di kawasan Kebun Raya Bundayati, Tanjung Selor, Rabu (09/09/2026).
Wakil Bupati Bulungan Kilat, A.Md., ikut menanam pohon dalam kegiatan yang Kodim 0903/Bulungan selenggarakan. Kegiatan ini juga melibatkan prajurit TNI, personel Polri, aparatur pemerintah, pelaku usaha, organisasi kemasyarakatan, pelajar, dan masyarakat setempat.
Kodim 0903/Bulungan menggelar kegiatan tersebut sebagai bagian dari gerakan reboisasi serentak. Gerakan itu menindaklanjuti Surat Telegram Pangdam VI/Mulawarman tentang upaya menjaga keseimbangan alam di Kalimantan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kilat: Menanam Pohon Berarti Menanam Masa Depan
Kilat mengapresiasi inisiatif Kodim 0903/Bulungan dalam mengajak berbagai elemen masyarakat menjaga lingkungan. Menurutnya, gerakan penghijauan membutuhkan keterlibatan banyak pihak agar hasilnya dapat bertahan dalam jangka panjang.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Bulungan, saya menyampaikan terima kasih, dukungan, serta penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Kodim 0903/Bulungan yang telah menginisiasi dan melaksanakan kegiatan aksi penanaman pohon ini,” ujar Kilat.
Selain itu, Kilat meminta masyarakat tidak memandang kegiatan penanaman pohon hanya sebagai agenda seremonial. Sebaliknya, ia mendorong seluruh pihak menjadikan gerakan tersebut sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap lingkungan.
“Menanam pohon pada hakikatnya adalah menanam harapan. Menanam pohon berarti menanam kehidupan dan menanam masa depan,” tegas Kilat.
Menurut Kilat, pohon memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Pohon menghasilkan oksigen, menyerap emisi karbon, menahan erosi, menjaga tata air, serta menyediakan habitat bagi berbagai jenis satwa.
Karena itu, pemerintah perlu mempertimbangkan kelestarian alam dalam setiap proses pembangunan. Kilat mengingatkan agar pembangunan ekonomi dan infrastruktur tidak mengorbankan kualitas lingkungan untuk generasi berikutnya.
“Pembangunan hari ini jangan sampai mengurangi kualitas kehidupan generasi mendatang. Pembangunan harus memperhatikan prinsip keberlanjutan serta keseimbangan antara kepentingan ekonomi, sosial, dan kelestarian lingkungan,” tuturnya.
Dorong Perlindungan Mangrove
Bulungan memiliki kekayaan alam yang beragam. Kawasan hutan, daerah aliran sungai, pesisir, ekosistem mangrove, hingga lahan pertanian menjadi bagian penting dari bentang alam daerah tersebut.
Karena itu, Kilat turut menyoroti pentingnya menjaga kawasan mangrove di wilayah pesisir Bulungan. Ekosistem tersebut membantu melindungi garis pantai dari abrasi. Selain itu, mangrove menyediakan habitat bagi biota laut dan menyimpan cadangan karbon dalam jumlah besar.
Dengan demikian, pemerintah daerah mendorong masyarakat untuk ikut menjaga kawasan hijau dan ekosistem pesisir. Upaya tersebut perlu berjalan seiring dengan pembangunan daerah.
Kodim Targetkan 2.500 Pohon
Dalam kegiatan penghijauan kali ini, Kodim 0903/Bulungan menargetkan penanaman 2.500 pohon. Para peserta menyebarkan penanaman tersebut ke 10 kecamatan di Kabupaten Bulungan.
Sementara itu, kawasan Kebun Raya Bundayati mendapat alokasi 460 pohon. Jumlah tersebut terdiri atas 60 pohon buah, 200 pohon meranti, dan 200 pohon kapur.
Kilat menilai penanaman pohon baru menjadi langkah awal. Setelah itu, seluruh pihak perlu memastikan bibit tumbuh dan berkembang dengan baik.
“Jangan sampai berhenti pada seremoni. Setelah ditanam, mari kita rawat, pelihara, dan pastikan pohon dapat tumbuh dengan baik,” pesannya.
Oleh sebab itu, keberhasilan program penghijauan tidak hanya bergantung pada jumlah pohon yang ditanam. Perawatan, pemantauan, dan keterlibatan masyarakat juga menentukan keberlanjutan program.
Pemkab Bulungan pun mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga pohon yang telah ditanam. Dengan langkah tersebut, gerakan penghijauan diharapkan tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi terus berkembang menjadi kebiasaan bersama dalam menjaga lingkungan.
Penulis : Yudistira
Editor : Red/ADV/Diskominfo Bulungan









