Disdikpora PPU Siapkan Pelatihan dan Beasiswa S1 untuk Pengajar Bahasa Paser

- Redaksi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:43 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Sekretaris Disdikpora, Durajat

Foto: Sekretaris Disdikpora, Durajat

Lintasjejaring.com, Penajam – Peningkatan kualitas pembelajaran bahasa Paser di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, membutuhkan dukungan tenaga pengajar yang kompeten. Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) PPU pun mendorong pelatihan bertahap hingga beasiswa sarjana (S1) untuk meningkatkan kemampuan dan kualifikasi tenaga lokal yang berpotensi mengajar bahasa daerah. Kamis (15/10/2026).

Langkah ini menjadi salah satu upaya menjawab keterbatasan guru bahasa Paser di tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP). Meski pembelajaran muatan lokal tersebut telah berjalan, ketersediaan tenaga pengajar yang menguasai bahasa Paser masih belum sebanding dengan kebutuhan sekolah.

Sekretaris Disdikpora PPU, Durajat, mengatakan peningkatan kualitas pengajar perlu dilakukan secara bertahap. Menurutnya, penguasaan bahasa daerah menjadi faktor penting agar materi yang disampaikan kepada siswa sesuai dengan bahasa dan budaya masyarakat setempat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Guru yang mengajar muatan lokal bahasa Paser masih kurang. Selama ini ada guru kelas yang berasal dari suku Jawa atau Bugis mengajar bahasa Paser. Idealnya, meskipun bukan orang Paser, guru tersebut tetap memahami bahasa daerah yang diajarkan,” ungkapnya.

Hampir 500 Sekolah Jadi Tantangan Pemenuhan Guru Bahasa Paser

Durajat menjelaskan, kebutuhan tenaga pengajar bahasa Paser perlu dihitung berdasarkan jumlah sekolah yang menyelenggarakan pembelajaran tersebut. Di PPU, jumlah sekolah jenjang SD dan SMP hampir mencapai 500 unit.

Baca Juga:  Polisi Ungkap Modus Dugaan Pencabulan Siswa SMP di Nunukan, Korban Diduga Diberi Tuak Hingga Mabuk

Kondisi itu membuat pemenuhan tenaga pengajar tidak cukup hanya mengandalkan sejumlah guru yang telah menguasai bahasa Paser. Disdikpora perlu mengoptimalkan sumber daya lokal sekaligus memperluas kemampuan tenaga pendidik yang sudah tersedia.

“Kami mengoptimalkan dulu tenaga yang ada. Ada pengawas yang memang orang Paser dan menguasai bahasa Paser untuk memberikan bimbingan atau pendampingan kepada guru-guru muatan lokal,” ujarnya.

Pendampingan tersebut menjadi langkah awal untuk memperkuat pembelajaran bahasa Paser di sekolah. Disdikpora juga mendorong keterlibatan pemerhati bahasa dan penggiat lokal agar proses pembelajaran memiliki dukungan materi serta pemahaman bahasa daerah yang memadai.

Tenaga Lokal Didorong Lanjut S1 melalui Program RPL

Selain keterbatasan jumlah pengajar, kualifikasi pendidikan tenaga lokal turut menjadi perhatian. Durajat menyebut, terdapat tenaga yang memahami bahasa Paser tetapi belum memiliki ijazah sarjana. Bahkan, sebagian di antaranya bekerja sebagai tenaga tata usaha di sekolah.

Baca Juga:  Subroto Dorong Pemkab Berau, Adakan Program Bantuan Rumah Sehat Untuk Lansia Dan Janda

Padahal, tenaga lokal yang menguasai bahasa daerah berpotensi membantu memenuhi kebutuhan pengajar muatan lokal. Karena itu, Disdikpora berharap tersedia jalur peningkatan kualifikasi pendidikan yang memungkinkan mereka memenuhi persyaratan untuk menjadi guru sesuai ketentuan yang berlaku.

Salah satu opsi yang didorong ialah program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), disertai dukungan beasiswa pendidikan sarjana dari pemerintah daerah.

“Harapan saya ada program RPL dari pemerintah daerah seperti yang sudah dilakukan untuk jenjang PAUD. Tahun lalu ada 30 guru lulusan SMA yang mengikuti program melalui kerja sama dengan Universitas Nahdlatul Ulama di Samarinda. Tahun depan mereka ditargetkan lulus,” jelasnya.

Menurut Durajat, program tersebut dapat menjadi contoh pengembangan tenaga lokal yang telah memiliki pengalaman bekerja di lingkungan sekolah. Namun, peningkatan kualifikasi tetap perlu mengikuti persyaratan akademik dan ketentuan kepegawaian yang berlaku.

Baca Juga:  DPRD Berau Desak Kepastian Pembangunan Rumah Warga Korban Kebakaran

Pelatihan Bahasa Paser Disusun dari Tingkat Dasar hingga Mahir

Disdikpora PPU juga mendorong penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan (diklat) secara berjenjang. Program tersebut direncanakan mencakup tingkat dasar, lanjutan, hingga mahir dengan melibatkan pemerhati bahasa Paser dan penggiat lokal sebagai pendamping.

Pelatihan diharapkan dapat memperkuat kemampuan tenaga pengajar dalam memahami dan menyampaikan materi bahasa Paser kepada siswa. Setelah kemampuan dasar terbentuk, dukungan pendidikan formal diperlukan agar tenaga yang bersangkutan juga memiliki kualifikasi sesuai persyaratan profesi guru.

“Nanti bisa ada diklat dasar, lanjutan, hingga mahir. Materinya dibantu pemerhati bahasa Paser dan penggiat lokal. Setelah itu, kami berharap pemerintah bisa membantu melanjutkan pendidikan mereka melalui beasiswa,” pungkasnya.

Upaya tersebut diharapkan dapat memperluas ketersediaan pengajar bahasa Paser sekaligus menjaga keberlanjutan pembelajaran bahasa daerah di sekolah-sekolah PPU. Dengan penguatan kompetensi dan pendidikan tenaga lokal, muatan lokal bahasa Paser diharapkan dapat berjalan lebih optimal.

(Mat/ADV PPU)

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

MoU Dinkes dan Disdukcapil Kukar Mudahkan Layanan Administrasi Bayi Baru Lahir, Cangkup KK hingga Akta Kelahiran
Kepala Dinskes Dorong Dokter Gigi di Puskesmas Perluas Edukasi Kesehatan ke Masyarakat
Peringatan Hari Santri 2026, Sunggono Dukung Pendidikan 2.197 Santri Lewat Penyaluran Beasiswa
Akhmad Taufik Ingatkan Alumni PMII Kukar Tetap Kritis dan Konstruktif
Sekda Kukar Sunggono Dorong Penguatan Tata Kelola Perusahaan Daerah dan Koperasi
Pemkab Kukar Siapkan Aset di Bukit Biru untuk Pembangunan Gudang Bulog 2027
Distanak Kukar Siapkan Transfer Pengetahuan Pertanian untuk Warga Binaan SAE Pastarung
Pemkab Kukar Dorong Pelaku Usaha Gunakan BBM Nonsubsidi untuk Dukung Kebutuhan Masyarakat

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 23:40 WITA

MoU Dinkes dan Disdukcapil Kukar Mudahkan Layanan Administrasi Bayi Baru Lahir, Cangkup KK hingga Akta Kelahiran

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:30 WITA

Kepala Dinskes Dorong Dokter Gigi di Puskesmas Perluas Edukasi Kesehatan ke Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:25 WITA

Peringatan Hari Santri 2026, Sunggono Dukung Pendidikan 2.197 Santri Lewat Penyaluran Beasiswa

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:55 WITA

Akhmad Taufik Ingatkan Alumni PMII Kukar Tetap Kritis dan Konstruktif

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:50 WITA

Sekda Kukar Sunggono Dorong Penguatan Tata Kelola Perusahaan Daerah dan Koperasi

Berita Terbaru