Disdikpora PPU Anggarkan Rp1 Miliar untuk Mebeler, Dua Kelas Tanpa Meja-Kursi Jadi Perhatian

- Redaksi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:53 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Sekretaris Disdikpora PPU, Durajat.

Foto: Sekretaris Disdikpora PPU, Durajat.

Lintasjejaring.com, Penajam– Kebutuhan meja dan kursi belajar yang belum terpenuhi di sejumlah sekolah dasar (SD) menjadi perhatian Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Melalui pengadaan mebeler senilai sekitar Rp1 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), pemerintah daerah memprioritaskan sekolah yang kekurangan fasilitas dasar maupun memiliki perabot dengan kerusakan berat. Kamis (15/09/2026).

Salah satu kondisi yang ditemukan berada di SDN 033 Penajam. Sekretaris Disdikpora PPU, Durajat, menyebut terdapat dua ruang kelas yang belum dilengkapi meja dan kursi siswa secara memadai.

“Di SDN 033 Penajam, ada dua kelas yang tidak memiliki meja dan kursi. Anak-anak sampai menggunakan meja dan kursi seperti anak TK. Padahal, mereka sudah mulai besar, sehingga kondisi itu tentu tidak ideal,” ungkap Durajat,

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Temuan tersebut menjadi salah satu gambaran kebutuhan sarana pembelajaran yang masih harus dipenuhi di sejumlah sekolah. Disdikpora PPU pun melakukan pendataan agar pengadaan dapat diarahkan kepada satuan pendidikan yang paling membutuhkan.

Baca Juga:  Serapan APBD PPU 61,6 Persen, Rp208 Miliar Dana Kurang Salur Masih Ditunggu

Sekolah dengan Fasilitas Terbatas Jadi Prioritas

Durajat menjelaskan, pengadaan mebeler tidak dilakukan secara merata tanpa mempertimbangkan kondisi sekolah. Disdikpora lebih dahulu mengidentifikasi sekolah yang belum memiliki meja dan kursi dalam jumlah cukup atau menggunakan perabot yang sudah rusak berat.

“Kami sudah meminta bagian sarana dan prasarana mendata semua sekolah yang kebutuhan dasarnya belum lengkap. Jadi, kami bisa mengetahui sekolah mana yang memang perlu diprioritaskan,” jelasnya.

Menurutnya, masih ada sekolah yang menggunakan meja dan kursi lama dengan kondisi kurang memadai. Namun, dalam pengadaan kali ini, kebutuhan yang paling mendesak menjadi perhatian utama.

“Yang kami prioritaskan saat ini adalah sekolah yang betul-betul tidak punya meja dan kursi atau kondisinya sudah rusak berat. Memang masih ada sekolah yang fasilitasnya kurang memadai, tetapi yang kami data adalah yang benar-benar membutuhkan,” tegasnya.

Lima Sekolah Mendapat Alokasi Mebeler

Pengadaan mebeler tersebut menyasar sejumlah sekolah dasar di wilayah Penajam. Alokasi disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing satuan pendidikan.

Baca Juga:  Polisi Ungkap Modus Dugaan Pencabulan Siswa SMP di Nunukan, Korban Diduga Diberi Tuak Hingga Mabuk

Berikut rincian sekolah yang disebut menerima alokasi pengadaan:

  • SDN 002 Penajam, Jalan Provinsi Nenang, Kelurahan Nenang: 56 set.
  • SDN 009 Penajam, Jalan Provinsi Kilometer 18 Petung, Kelurahan Petung: 93 set.
  • SDN 017 Penajam, Kelurahan Petung: 56 set.
  • SDN 022 Penajam: 84 set.
  • Sekolah di Kelurahan Riko, Kilometer 30 Jalan Poros Petung: 56 set.

Alokasi tersebut menjadi bagian dari upaya pemenuhan fasilitas belajar di sekolah yang membutuhkan. Meski begitu, pendataan tetap diperlukan untuk mengetahui kebutuhan lain yang belum terakomodasi dalam pengadaan kali ini.

Anggaran Rp1 Miliar Bersumber dari APBD PPU

Durajat memastikan anggaran pengadaan mebeler sekitar Rp1 miliar berasal dari APBD Kabupaten PPU, bukan dari pemerintah pusat.

“Anggarannya dari APBD PPU, bukan dari pusat. Totalnya kurang lebih Rp1 miliar,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemenuhan sarana pendidikan juga telah dilakukan secara bertahap pada tahun sebelumnya. Dukungan fasilitas menyasar jenjang taman kanak-kanak (TK) dan pendidikan anak usia dini (PAUD), termasuk penyediaan sarana pembelajaran lainnya seperti papan interaktif.

“Tahun lalu sudah ada pengadaan, mulai dari jenjang TK dan PAUD. Ini merupakan tambahan untuk memenuhi kebutuhan yang masih kurang. Bukan hanya mebeler, papan interaktif dan sebagainya juga sudah ada,” pungkasnya.

Melalui pengadaan dan pendataan kebutuhan tersebut, Disdikpora PPU berupaya memastikan fasilitas dasar pembelajaran tersedia sesuai kebutuhan sekolah. Pemenuhan meja dan kursi menjadi salah satu aspek penting agar siswa dapat mengikuti kegiatan belajar dengan sarana yang lebih layak.

Baca Juga:  Minim Tempat Sampah, Warga Bedungun Terancam Penyakit Lingkungan

(Mat/ADV PPU)

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Kukar Minta Pejabat Baru Hadirkan Inovasi untuk Dukung Kukar Idaman Terbaik
Kukar Siapkan Permohonan Alokasi Gas untuk Dukung Nelayan dan Kawasan Industri Marangkayu
ASN Kukar Didorong Penuhi 20 Jam Pelajaran per Tahun untuk Pengembangan Kompetensi
MoU Dinkes dan Disdukcapil Kukar Mudahkan Layanan Administrasi Bayi Baru Lahir, Cangkup KK hingga Akta Kelahiran
Kepala Dinskes Dorong Dokter Gigi di Puskesmas Perluas Edukasi Kesehatan ke Masyarakat
Peringatan Hari Santri 2026, Sunggono Dukung Pendidikan 2.197 Santri Lewat Penyaluran Beasiswa
Akhmad Taufik Ingatkan Alumni PMII Kukar Tetap Kritis dan Konstruktif
Sekda Kukar Sunggono Dorong Penguatan Tata Kelola Perusahaan Daerah dan Koperasi

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:00 WITA

Bupati Kukar Minta Pejabat Baru Hadirkan Inovasi untuk Dukung Kukar Idaman Terbaik

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:35 WITA

Kukar Siapkan Permohonan Alokasi Gas untuk Dukung Nelayan dan Kawasan Industri Marangkayu

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:00 WITA

ASN Kukar Didorong Penuhi 20 Jam Pelajaran per Tahun untuk Pengembangan Kompetensi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 23:40 WITA

MoU Dinkes dan Disdukcapil Kukar Mudahkan Layanan Administrasi Bayi Baru Lahir, Cangkup KK hingga Akta Kelahiran

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:30 WITA

Kepala Dinskes Dorong Dokter Gigi di Puskesmas Perluas Edukasi Kesehatan ke Masyarakat

Berita Terbaru