Serapan APBD PPU 61,6 Persen, Rp208 Miliar Dana Kurang Salur Masih Ditunggu

- Redaksi

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:18 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) PPU Muhajir.

Foto: Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) PPU Muhajir.

Lintasjejaring.com, Penajam – Memasuki triwulan keempat 2026, realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) tercatat 61,6 persen. Namun, angka tersebut belum sepenuhnya menggambarkan progres pekerjaan pemerintah daerah di lapangan. Selasa (06/10/2026)

Pasalnya, sejumlah pekerjaan fisik dan jasa yang telah dikerjakan pihak ketiga masih menyisakan tagihan yang belum dibayarkan. Kondisi fiskal daerah dan belum masuknya dana transfer dari pemerintah pusat menjadi salah satu kendalanya.

Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) PPU Muhajir mengatakan, dari total APBD sekitar Rp1,99 triliun, realisasi anggaran yang telah dibayarkan pemerintah daerah baru mencapai 61,6 persen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sampai saat ini, untuk serapan anggaran kita sudah mencapai 61,6 persen,” kata Muhajir.

Pekerjaan Sudah Berjalan, Pembayaran Belum Seluruhnya

Muhajir menjelaskan, angka serapan anggaran tidak serta-merta mencerminkan seluruh progres program dan kegiatan yang sedang berjalan.

Baca Juga:  Tak Hanya Atlet, Dispora Juga Kawal Prestasi Wartawan di Arena Olahraga

Menurutnya, realisasi fisik sejumlah pekerjaan justru sudah lebih tinggi. Persoalannya, sebagian pekerjaan tersebut belum masuk sebagai serapan karena pemerintah daerah belum melakukan pembayaran kepada pihak ketiga.

“Kalau realisasi program dan kegiatan, khususnya fisik lebih tinggi dibandingkan serapan anggaran. Cuman karena masih ada hal yang perlu di lakukan dulu,” ujarnya.

Ia mengatakan, kondisi tersebut terjadi karena masih terdapat tagihan dari pihak ketiga yang belum dapat dibayarkan.

“kalau untuk itu, masih banyak tagihan pihak ketiga yang belum dibayarkan,” katanya.

Dengan kondisi tersebut, terdapat perbedaan antara progres pekerjaan dengan angka serapan APBD yang tercatat secara administratif.

Baca Juga:  Retreat 74 Kepala Desa di Bulungan, Bupati Syarwani Minta Desa Perkuat Integritas dan Inovasi

Pekerjaan fisik yang telah berjalan tetap menjadi bagian dari program pemerintah daerah, tetapi nilai pekerjaannya baru tercatat sebagai realisasi anggaran setelah pembayaran dilakukan.

Pemkab Masih Menunggu Rp208 Miliar

Tekanan terhadap kemampuan pembayaran Pemkab PPU juga berkaitan dengan dana transfer pemerintah pusat yang belum seluruhnya diterima.

Muhajir menyebut pemerintah daerah masih menunggu realisasi dana kurang salur sebesar Rp208 miliar.

“Tagihan yang masuk belum sepenuhnya dibayarkan, karena menyangkut kemampuan fiskal daerah,” katanya.

Menurut dia, pemerintah daerah perlu menyesuaikan pembayaran dengan kondisi keuangan yang tersedia. Karena itu, masuknya dana transfer menjadi salah satu faktor penting untuk mempercepat penyelesaian kewajiban kepada pihak ketiga.

“Pemerintah daerah juga masih menunggu realisasi dana kurang salur, sekitar Rp 208 miliar dari pemerintah pusat,” ujar Muhajir.

Serapan Didorong hingga Akhir Tahun

Dengan waktu pelaksanaan anggaran yang semakin terbatas, pemerintah daerah masih memiliki ruang untuk meningkatkan serapan APBD hingga akhir tahun.

Baca Juga:  Tujuh Anggota Brimob Terbukti Langgar Kode Etik, Kasus Tewasnya Driver Ojol Affan Diusut Tuntas

Belanja rutin, belanja pegawai dan Alokasi Dana Desa (ADD) menjadi kelompok yang tercatat memberikan kontribusi besar terhadap realisasi anggaran sejauh ini.

Bagi Pemkab PPU, kemampuan fiskal dan kepastian dana transfer menjadi faktor penting dalam menyelesaikan sejumlah tagihan yang masih tertunda.

Jika dana kurang salur Rp208 miliar dapat direalisasikan, ruang fiskal pemerintah daerah untuk memenuhi kewajiban pembayaran kepada pihak ketiga akan semakin terbuka.

(Mat/ADV)

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Disdikbud Kukar Tekankan Kualitas Guru dalam Penguatan Pendidikan Sejak PAUD
Distransnaker Kukar Sebut Magang Nasional Jadi Jembatan Lulusan Baru ke Dunia Kerja
Melalui Disbun Kukar, Korban Kebakaran Melayu dan Loa Ipuh Terima Bantuan CSR Rp150 Juta
Dispora Kukar Atur Akomodasi dan Transportasi Kontingen Porprov 2026
Dispora Kukar Atur Jadwal Latihan Atlet ASN Bersama BKPSDM Jelang Porprov Korpri Kaltim
Bupati Aulia Sebut Bankaltimtara Berperan Besar dalam Pembangunan Kukar
Disdikbud Kukar Perpanjang Pendataan Siswa Korban Kebakaran di Kelurahan Melayu
Kendaraan Rusak Milik Pemkab Kukar Berpeluang Diperbaiki Sebelum Dilelang

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:15 WITA

Disdikbud Kukar Tekankan Kualitas Guru dalam Penguatan Pendidikan Sejak PAUD

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:04 WITA

Distransnaker Kukar Sebut Magang Nasional Jadi Jembatan Lulusan Baru ke Dunia Kerja

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:01 WITA

Melalui Disbun Kukar, Korban Kebakaran Melayu dan Loa Ipuh Terima Bantuan CSR Rp150 Juta

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:15 WITA

Dispora Kukar Atur Akomodasi dan Transportasi Kontingen Porprov 2026

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:55 WITA

Dispora Kukar Atur Jadwal Latihan Atlet ASN Bersama BKPSDM Jelang Porprov Korpri Kaltim

Berita Terbaru