Lintasjejaring.com, Penajam – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) kembali menyiapkan program Kartu Penajam Cerdas (KPC) sebagai dukungan biaya pendidikan bagi ribuan pelajar. Tahun ini, sebanyak 5.885 siswa SD dan SMP telah masuk dalam data penerima yang disiapkan untuk tahap awal penyaluran. Selasa (06/10/2026).
Program tersebut memberikan bantuan sebesar Rp600 ribu untuk setiap siswa. Dengan jumlah penerima awal tersebut, nilai bantuan yang disiapkan mencapai sekitar Rp3,53 miliar.
Bantuan ini diarahkan untuk membantu kebutuhan pendidikan siswa sekaligus memastikan persoalan biaya tidak menjadi salah satu hambatan bagi anak untuk tetap bersekolah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) PPU, Durajat, mengatakan persiapan penyaluran KPC kini memasuki tahap teknis setelah sejumlah dasar administrasi diselesaikan.
“Untuk KPC saat ini sudah, Perbup-nya sudah ada, kemudian MoU antara BPBD Kaltimtara dengan Pemkab juga sudah. PKS antara Disdikpora dengan BPBD juga sudah, kemudian data calon penerima KPC juga sudah ditetapkan di SK,” kata Durajat.
Ribuan Siswa Masuk Daftar
Data awal penerima terdiri dari 3.248 siswa SD dan 2.637 siswa SMP.
Selain sekolah umum, program KPC juga mencakup peserta didik madrasah. Data yang telah dihimpun mencatat 126 siswa MI dan 532 siswa MTs.
Komposisi tersebut menunjukkan bahwa bantuan pendidikan yang disiapkan Pemkab PPU tidak hanya menyasar siswa berdasarkan jenis sekolah, tetapi juga membuka ruang bagi peserta didik madrasah yang memenuhi persyaratan.
Pemerintah daerah masih melakukan penyempurnaan data agar bantuan yang disalurkan sesuai dengan kondisi penerima.
Langkah tersebut penting karena data siswa dapat berubah, terutama akibat perpindahan sekolah maupun adanya peserta didik yang baru melengkapi persyaratan administrasi.
Sekolah Diminta Pastikan Siswa Bisa Menerima
Persoalan yang menjadi perhatian pemerintah bukan hanya siapa yang masuk daftar penerima, tetapi juga apakah siswa tersebut benar-benar dapat menerima bantuan.
Karena itu, Disdikpora meminta sekolah memastikan kondisi siswa sebelum data penerima ditetapkan.
“Untuk meminimalisir ketidakterserapan itu, kita meminta dari pihak sekolah untuk memastikan yang diusulkan itu kira-kira bisa mengambil,” ujar Durajat.
Pemerintah tidak ingin bantuan yang telah dialokasikan justru tidak tersalurkan karena penerima tidak dapat mengambilnya.
Validasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari evaluasi terhadap mekanisme penyaluran KPC sebelumnya.
Penerima Masih Bisa Bertambah
Daftar 5.885 siswa bukan berarti jumlah penerima program akan berhenti pada angka tersebut. Pemkab PPU masih membuka kemungkinan memasukkan siswa yang memenuhi ketentuan tetapi belum tercatat dalam data awal.
Termasuk siswa yang baru pindah sekolah maupun peserta didik yang baru menyelesaikan kelengkapan dokumen.
“Kalau ada siswa yang baru pindahan kelas 1, itu tetap kita fasilitasi. Ada juga mungkin yang namanya kelas 1 ada aktenya, persyaratannya, itu kita fasilitasi,” jelas Durajat.
Dengan mekanisme tersebut, pemerintah mencoba menjaga agar perubahan data siswa tidak langsung membuat mereka kehilangan kesempatan memperoleh bantuan.
Penyaluran Ditargetkan Bulan Depan
Setelah tahapan administrasi dan pemutakhiran data diselesaikan, penyaluran KPC ditargetkan mulai berlangsung pada bulan berikutnya.
Durajat berharap proses tahun ini dapat berjalan lebih tertib dan tidak kembali menghadapi persoalan seperti penyaluran sebelumnya.
“Insya Allah penyaluran kita inginkan bulan depan, dan kami harapkan tidak terdapat kendala seperti yang lalu,” pungkasnya.
Bagi ribuan pelajar PPU, KPC bukan sekadar kartu atau bantuan tunai. Program tersebut menjadi salah satu bentuk intervensi pemerintah daerah untuk membantu keluarga memenuhi kebutuhan pendidikan anak.
Dengan nilai Rp600 ribu per siswa, pemerintah berharap bantuan tersebut dapat digunakan untuk menunjang kebutuhan sekolah sekaligus menjaga keberlanjutan pendidikan peserta didik di Kabupaten PPU.
(Mat/ADV)










