Dinkes Petakan Kebutuhan untuk Tambah Formasi ASN, Dorong Pemenuhan Kekurangan Dokter di Puskesmas PPU

- Redaksi

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:08 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Plt Kepala Dinkes PPU, dr. Lukasiwan Eddy Saputro.

Foto: Plt Kepala Dinkes PPU, dr. Lukasiwan Eddy Saputro.

Lintasjejaring.com, Penajam – Pemerataan layanan kesehatan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) masih menghadapi persoalan ketersediaan tenaga medis. Dari 11 puskesmas yang tersebar di seluruh wilayah Benuo Taka, masih terdapat fasilitas kesehatan yang hanya memiliki satu dokter. Selasa (06/10/2026).

Kondisi itu membuat Dinas Kesehatan (Dinkes) PPU melakukan pemetaan ulang kebutuhan tenaga medis. Dokter umum, dokter gigi hingga perawat dihitung berdasarkan kebutuhan masing-masing puskesmas.

Langkah tersebut menjadi penting karena jumlah tenaga medis tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan layanan, tetapi juga kemampuan puskesmas memberikan pelayanan sesuai standar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Plt Kepala Dinkes PPU, dr. Lukasiwan Eddy Saputro, mengatakan kekurangan paling terasa saat ini berada pada tenaga dokter umum dan dokter gigi.

“Puskesmas rata-rata masih kekurangan dokter umum dan dokter gigi,” kata Lukasiwan,

Ada Puskesmas Hanya Punya Satu Dokter

Kondisi antar-puskesmas tidak sepenuhnya sama. Namun, Dinkes PPU masih menemukan fasilitas kesehatan yang hanya memiliki satu tenaga dokter.

Baca Juga:  Driver Ojol di Kaltim Tuntut Revisi Tarif hingga Moratorium Mitra Baru, Wagub Seno Aji Siapkan Tim Kajian

Padahal, kebutuhan idealnya lebih banyak. Untuk puskesmas tanpa layanan rawat inap, standar minimal tenaga dokter berada pada kisaran tiga hingga empat orang.

Sementara itu, puskesmas yang memiliki layanan rawat inap membutuhkan sedikitnya lima tenaga dokter umum dan dokter gigi.

Artinya, persoalan yang dihadapi bukan sekadar menambah jumlah dokter, tetapi memastikan distribusinya sesuai kebutuhan setiap fasilitas kesehatan.

Kondisi kekurangan tersebut juga menjadi alasan Dinkes PPU belum langsung menetapkan jumlah formasi yang akan diajukan.

Baca Juga:  Kepala Cabang Bank BUMN Diculik, Ditemukan Tewas Di Persawahan Bekasi

Dinkes Hitung Kebutuhan Setiap Puskesmas

Saat ini, Dinkes PPU masih melakukan pemetaan terhadap kebutuhan tenaga kesehatan di masing-masing puskesmas.

Pemetaan dilakukan untuk mengetahui kondisi riil di lapangan, termasuk kebutuhan dokter dan perawat. Proses tersebut juga mengikuti instruksi Kementerian Kesehatan.

“Saat ini kami sedang melakukan pemetaan terkait dengan kebutuhan tenaga dokter dan perawat di setiap Puskesmas,” ujar Lukasiwan.

Hasil pemetaan nantinya menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk menentukan kebutuhan tenaga kesehatan yang harus dipenuhi.

Dengan pendekatan tersebut, usulan formasi diharapkan tidak sekadar berdasarkan jumlah kekurangan secara umum, tetapi menyesuaikan kebutuhan masing-masing fasilitas pelayanan kesehatan.

Kekurangan Dokter Disiapkan Masuk Formasi CPNS dan PPPK

Dinkes PPU selanjutnya akan menggunakan hasil pemetaan tersebut sebagai salah satu dasar pengajuan formasi tenaga kesehatan.

Baca Juga:  Komisi IV DPRD Samarinda Dorong Subsidi Seragam Sekolah Jelang Tahun Ajaran Baru

Kebutuhan dokter dan tenaga medis lainnya akan diusulkan melalui penerimaan pegawai pemerintah ketika pemerintah membuka rekrutmen.

“Untuk mengatasi kekurangan tenaga medis, nanti akan diajukan ketika dibuka penerimaan CPNS dan PPPK,” pungkasnya.

Upaya tersebut menjadi bagian dari pembenahan layanan kesehatan primer di PPU. Sebab, keberadaan puskesmas menjadi salah satu pintu utama masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan sebelum membutuhkan penanganan lebih lanjut di rumah sakit.

Karena itu, pemenuhan tenaga dokter tidak hanya menyangkut jumlah pegawai. Distribusi yang tepat juga menjadi kunci agar warga di setiap wilayah PPU memperoleh akses layanan kesehatan yang lebih merata.

(Mat/ADV)

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Disdikbud Kukar Tekankan Kualitas Guru dalam Penguatan Pendidikan Sejak PAUD
Distransnaker Kukar Sebut Magang Nasional Jadi Jembatan Lulusan Baru ke Dunia Kerja
Melalui Disbun Kukar, Korban Kebakaran Melayu dan Loa Ipuh Terima Bantuan CSR Rp150 Juta
Dispora Kukar Atur Akomodasi dan Transportasi Kontingen Porprov 2026
Dispora Kukar Atur Jadwal Latihan Atlet ASN Bersama BKPSDM Jelang Porprov Korpri Kaltim
Bupati Aulia Sebut Bankaltimtara Berperan Besar dalam Pembangunan Kukar
Disdikbud Kukar Perpanjang Pendataan Siswa Korban Kebakaran di Kelurahan Melayu
Kendaraan Rusak Milik Pemkab Kukar Berpeluang Diperbaiki Sebelum Dilelang

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:15 WITA

Disdikbud Kukar Tekankan Kualitas Guru dalam Penguatan Pendidikan Sejak PAUD

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:04 WITA

Distransnaker Kukar Sebut Magang Nasional Jadi Jembatan Lulusan Baru ke Dunia Kerja

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:01 WITA

Melalui Disbun Kukar, Korban Kebakaran Melayu dan Loa Ipuh Terima Bantuan CSR Rp150 Juta

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:15 WITA

Dispora Kukar Atur Akomodasi dan Transportasi Kontingen Porprov 2026

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:55 WITA

Dispora Kukar Atur Jadwal Latihan Atlet ASN Bersama BKPSDM Jelang Porprov Korpri Kaltim

Berita Terbaru