Lintasjejaring.com, Kutai Kartanegara – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mulai mengarahkan perhatian pada penyelesaian program hingga akhir tahun setelah pembahasan anggaran perubahan 2026 rampung. Jumat (02/10/2026)
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri meminta jajaran perangkat daerah tidak menjadikan tingginya realisasi anggaran sebagai satu-satunya ukuran dalam melaksanakan kegiatan. Program yang dijalankan harus tetap mengacu pada rencana dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Aulia setelah melantik 64 ASN di lingkungan Pemkab Kukar, Jumat (2/10/2026). Dari jumlah tersebut, 19 orang menduduki jabatan administrator dan 45 lainnya merupakan pejabat pengawas serta fungsional.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sampai akhir tahun, kita menyesuaikan dengan rencana yang sudah kita susun sebelumnya. Kemarin kita sudah menyelesaikan anggaran perubahan tahun 2026. Tentunya ini harus dieksekusi sehingga manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat Kabupaten Kutai Kartanegara,” kata Aulia.
Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah menggunakan prinsip money follow program. Dengan pendekatan tersebut, program dan target pembangunan menjadi dasar sebelum menentukan kebutuhan pembiayaan.
“Prinsip kita adalah money follow program. Artinya, kita mengedepankan programnya dulu, baru uangnya menyesuaikan,” tegasnya.
Aulia mengatakan, penyesuaian pembiayaan tetap diperlukan berdasarkan target yang ingin dicapai hingga penghujung tahun. Pemerintah daerah berupaya agar anggaran yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal tanpa menghasilkan sisa anggaran yang terlalu besar.
“Untuk kondisi sekarang, kita pasang angkanya masih di angka 100. Tetapi sekali lagi, dalam proses pelaksanaannya kita berusaha menyesuaikan,” ujarnya.
Meski demikian, ia mengingatkan seluruh perangkat daerah agar tidak melakukan kegiatan secara asal hanya demi mengejar angka realisasi. Menurutnya, penggunaan anggaran harus tetap memiliki dasar program yang jelas dan berorientasi pada manfaat bagi masyarakat.
“Saya tidak ingin karena kita ingin mengejar realisasi anggaran, kita membuat kegiatan sembarangan di lapangan,” pungkas Aulia.
(ADV/Diskominfo Kukar)










