Lintasjejaring.com, Penajam – Aktivitas pelayanan administrasi kependudukan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, terus berjalan meski Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) masih menggunakan gedung bersama dengan sejumlah perangkat daerah lainnya. Rabu (30/09/2026).
Kondisi tersebut membuat ruang pelayanan Dukcapil cukup terbatas. Padahal, masyarakat datang hampir setiap hari untuk mengurus berbagai dokumen kependudukan.
Kepala Dukcapil PPU Waluyo mengatakan, pihaknya berharap pemerintah daerah dapat memprioritaskan pembangunan kantor baru apabila kondisi keuangan daerah kembali memungkinkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Harapannya, kalau memang tidak ada efisiensi lagi dan kondisi keuangan daerah membaik, pembangunan kantor Dukcapil ini bisa menjadi prioritas,” ujar Waluyo.
Waluyo menjelaskan, pemerintah daerah sebenarnya telah menyiapkan lahan untuk pembangunan kantor Dukcapil. Lokasinya berada di kawasan perkantoran Jalan Korpri, tidak jauh dari RSUD Ratu Aji Putri Botung.
Dengan tersedianya lahan tersebut, pembangunan kantor baru tinggal menunggu kemampuan anggaran daerah. Karena itu, Waluyo berharap kondisi fiskal PPU segera membaik sehingga rencana pembangunan dapat kembali masuk dalam prioritas.
Sembari menunggu pembangunan, Dukcapil tetap berupaya menjaga pelayanan agar masyarakat tidak terkendala keterbatasan fasilitas.
“Dalam situasi dan kondisi seperti sekarang, yang penting pelayanan tetap kami jalankan, baik di kantor maupun melalui pelayanan jemput bola ke lapangan,” katanya.
Pelayanan jemput bola menjadi salah satu cara Dukcapil menjangkau masyarakat yang membutuhkan layanan administrasi kependudukan di luar kantor. Sebelumnya, Dukcapil PPU juga melakukan perekaman KTP-el bagi pasien yang menjalani perawatan di RSUD Ratu Aji Putri Botung.
Pemohon Membludak Saat Momen Tertentu
Keterbatasan ruang menjadi semakin terasa ketika jumlah pemohon meningkat. Menurut Waluyo, pelayanan Dukcapil hampir setiap hari ramai oleh masyarakat.
“Pelayanan publik Dukcapil ini hampir setiap hari didatangi masyarakat. Kadang sampai ada yang harus duduk di tangga karena kondisi ruang pelayanan yang terbatas,” ungkapnya.
Jumlah pemohon biasanya meningkat pada momentum tertentu. Salah satunya saat musim libur sekolah ketika masyarakat memanfaatkan waktu luang untuk mengurus sejumlah dokumen kependudukan, termasuk akta kelahiran.
Situasi tersebut menunjukkan kebutuhan terhadap ruang pelayanan yang lebih memadai. Dengan kantor tersendiri, Dukcapil berharap dapat menata ruang pelayanan, meningkatkan kenyamanan masyarakat, sekaligus mendukung kinerja petugas.
Berharap Keuangan Daerah Kembali Stabil
Waluyo menegaskan, keterbatasan gedung tidak boleh menghentikan pelayanan kepada masyarakat. Dukcapil tetap menjalankan pelayanan di kantor sekaligus memperluas jangkauan melalui layanan jemput bola.
Namun, pembangunan kantor baru tetap menjadi kebutuhan untuk menunjang pelayanan dalam jangka panjang.
“Harapan kami, semoga kondisi keuangan daerah membaik dan kantor Dukcapil bisa dibangun tersendiri, sehingga pelayanan kepada masyarakat bisa lebih maksimal,” pungkasnya.
Dengan lahan yang telah tersedia, Pemkab PPU memiliki lokasi untuk merealisasikan pembangunan kantor Dukcapil ketika kemampuan anggaran memungkinkan. Untuk sementara, Dukcapil memilih mempertahankan pelayanan dengan memaksimalkan fasilitas yang tersedia dan mendatangi masyarakat yang membutuhkan layanan khusus.
(Mat/ADV)










