Lintasjejaring.com, Penajam – Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menyiapkan kontingen untuk menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur yang berlangsung di Kabupaten Paser pada 14 November 2026 mendatang. Senin (28/09/2026).
Pemerintah Kabupaten PPU menyiapkan anggaran sekitar Rp5 miliar untuk mendukung kebutuhan kontingen selama mengikuti ajang olahraga tingkat provinsi tersebut. Anggaran itu mencakup kebutuhan atlet selama menjalani pertandingan hingga masa persiapan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) PPU Muhtar mengatakan, pemerintah menyesuaikan besaran anggaran dengan kemampuan keuangan daerah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Yang jelas lebih kurang lebih Rp5 miliar,” ujar Muhtar singkat.
Anggaran Porprov PPU untuk Kebutuhan Atlet
Muhtar menjelaskan, anggaran Porprov PPU akan menopang berbagai kebutuhan kontingen. Pemerintah mengalokasikan dana tersebut untuk makan, minum, seragam, penginapan, hingga latihan atlet.
“Untuk diperuntukkan untuk seluruh kontingen, termasuk makan, minum, seragam, penginapan, latihan,” jelasnya.
Setelah APBD Perubahan 2026 mendapat pengesahan, pemerintah akan menghibahkan anggaran tersebut kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) PPU. Selanjutnya, KONI mengatur penggunaan dana sesuai kebutuhan kontingen dan cabang olahraga.
“Itu nanti akan dihibahkan ke KONI. KONI nanti yang mengurus-urus Porprov,” katanya.
Usulan KONI Lebih Besar dari Anggaran yang Disetujui
Besaran anggaran Porprov PPU kali ini lebih rendah dibandingkan usulan KONI. Organisasi olahraga tersebut sebelumnya mengajukan kebutuhan sekitar Rp 8 Miliar.
Pemerintah kemudian membahas usulan tersebut dengan mempertimbangkan kondisi keuangan daerah. Hasil pembahasan menetapkan anggaran sekitar Rp 5 miliar untuk dikelola kontingen PPU ke Porprov.
“Kalau kemarin usulan dari mereka segitu (Rp 8 Miliar). Tapi yang disetujui setelah pembahasan anggaran, ya sekitar Rp 5 miliar,” ungkap Muhtar.
Perbedaan antara usulan dan anggaran yang tersedia membuat KONI harus mengatur kembali sejumlah program. Penyesuaian terutama menyangkut program Training Center (TC) serta kebutuhan masing-masing cabang olahraga.
Sebelumnya, KONI PPU juga mengusulkan anggaran sekitar Rp8 miliar. Pemerintah daerah kemudian menyetujui sekitar Rp 5 miliar setelah melakukan efisiensi anggaran.
48 Cabor PPU Ikut Porprov 2026
Dari total 60 cabang olahraga (cabor) yang terdaftar, KONI PPU memastikan 48 cabor mengikuti Porprov 2026 di Paser.
Sementara itu, 12 cabor lainnya tidak mengikuti kompetisi karena tidak menjalani Babak Kualifikasi (BK). Kondisi tersebut membuat persiapan kontingen berjalan dengan menyesuaikan kesiapan setiap cabang olahraga.
Selain itu, lima cabor memilih pembiayaan secara mandiri. Kelima cabor tersebut yakni ski air, pentanque, woodball, softball, dan barongsai.
Pola pembiayaan mandiri tersebut menjadi salah satu cara KONI PPU menjaga keikutsertaan cabor di tengah keterbatasan anggaran. KONI PPU menyiapkan 698 atlet untuk berlaga dalam Porprov Kaltim 2026. Jumlah tersebut sebagian besar berasal dari atlet lokal PPU.
Sekitar 90 persen atlet merupakan putra-putri daerah PPU. Sementara sekitar 10 persen lainnya berasal dari sejumlah daerah di Kalimantan Timur, termasuk Balikpapan dan Samarinda.
KONI menggunakan atlet dari luar PPU untuk beberapa cabor yang belum memiliki atlet lokal dengan kemampuan atau komposisi yang sesuai. Komposisi tersebut menunjukkan upaya PPU mengandalkan atlet daerah sekaligus memenuhi kebutuhan kompetitif pada cabor tertentu.
Dengan dukungan anggaran sekitar Rp 5 miliar, kontingen PPU kini mematangkan persiapan menuju Porprov Kaltim 2026. Pemerintah dan KONI harus membagi anggaran secara cermat agar kebutuhan atlet, pelatih, akomodasi, latihan, dan pertandingan tetap berjalan hingga kompetisi berakhir.
(Mat/ADV)










