Lintasjejaring.com, Penajam – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) meminta masyarakat meningkatkan kebersihan air, makanan, dan lingkungan selama musim kemarau. Dinkes melihat kondisi kering dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama diare dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Rabu (16/09/2026).
Plt Kepala Dinkes PPU, dr. Lukasiwan Eddy Saputro, mengatakan curah hujan yang menurun dalam beberapa bulan terakhir mulai memengaruhi ketersediaan air baku di sejumlah wilayah.
Menurutnya, persoalan air tidak hanya menyangkut jumlah pasokan. Masyarakat juga perlu menjaga kebersihan sumber air agar tidak menimbulkan masalah kesehatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Badai El Nino ini dengan tidak adanya hujan otomatis mempengaruhi kualitas air baku. Sebagian wilayah sudah mengalami kekeringan, sehingga memicu peningkatan kasus diare,” kata Lukasiwan.
Kasus Diare Meningkat di Sejumlah Wilayah
Lukasiwan mengatakan petugas puskesmas menemukan peningkatan kasus diare dalam tiga bulan terakhir. Kondisi tersebut mendorong Dinkes PPU untuk kembali mengingatkan warga agar memperhatikan kualitas air yang mereka gunakan.
Warga perlu memastikan air untuk minum, memasak, dan kebutuhan rumah tangga lainnya tetap bersih. Masyarakat juga perlu menjaga kebersihan makanan sejak proses pengolahan hingga penyajian.
Saat persediaan air menipis, warga tetap perlu menjaga kebersihan tangan, peralatan makan, serta lingkungan rumah. Kebiasaan tersebut penting untuk mengurangi risiko penularan penyakit yang berkaitan dengan sanitasi.
Dinkes PPU juga meminta masyarakat tidak menggunakan sumber air yang kualitasnya sudah menurun tanpa pengolahan yang tepat.
Debu dan Asap Picu Risiko ISPA
Musim kemarau juga membawa persoalan lain. Cuaca kering meningkatkan paparan debu, sementara kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah titik dapat menambah asap di udara.
Kondisi tersebut dapat mengganggu saluran pernapasan, terutama ketika masyarakat menghabiskan banyak waktu di luar rumah.
Lukasiwan menyebut sejumlah puskesmas juga mencatat peningkatan kasus ISPA dalam beberapa bulan terakhir.
“Khususnya dampak El Nino yang berlangsung kurang lebih tiga bulan ini, terjadi peningkatan untuk kasus ISPA di berbagai wilayah puskesmas,” terangnya.
Menurutnya, masyarakat tetap perlu mengantisipasi debu dan asap meskipun indeks kualitas udara secara umum masih berada pada kategori baik. Kondisi udara dapat berbeda pada setiap lokasi, terutama di kawasan yang berdekatan dengan sumber asap atau aktivitas yang menghasilkan debu.
Dinkes Ingatkan Pentingnya PHBS
Dinkes PPU mengajak masyarakat memperkuat Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) selama musim kemarau.
Warga perlu menjaga kebersihan air, makanan, tangan, peralatan rumah tangga, serta lingkungan sekitar. Masyarakat juga perlu segera memperhatikan kondisi kesehatan apabila muncul gejala diare atau gangguan pernapasan.
Untuk mengurangi paparan debu dan asap, warga dapat menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah, terutama saat kondisi udara terlihat berasap atau berdebu.
Dinkes PPU juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan perubahan kondisi lingkungan selama musim kemarau. Pengelolaan air yang baik dan kebiasaan hidup bersih menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan keluarga.
Penulis : Sull
Editor : Redaksi









