Home / PPU

Dinkes PPU Minta Warga Waspadai ISP Dan Diare Saat Musim Kemarau

- Redaksi

Rabu, 16 September 2026 - 19:32 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Data kondisi udara di PPU berdasarkan hasil analisis Weather.com. (Dok.Weather.com)

Foto: Data kondisi udara di PPU berdasarkan hasil analisis Weather.com. (Dok.Weather.com)

Lintasjejaring.com, Penajam – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) meminta masyarakat meningkatkan kebersihan air, makanan, dan lingkungan selama musim kemarau. Dinkes melihat kondisi kering dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama diare dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Rabu (16/09/2026).

Plt Kepala Dinkes PPU, dr. Lukasiwan Eddy Saputro, mengatakan curah hujan yang menurun dalam beberapa bulan terakhir mulai memengaruhi ketersediaan air baku di sejumlah wilayah.

Menurutnya, persoalan air tidak hanya menyangkut jumlah pasokan. Masyarakat juga perlu menjaga kebersihan sumber air agar tidak menimbulkan masalah kesehatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Badai El Nino ini dengan tidak adanya hujan otomatis mempengaruhi kualitas air baku. Sebagian wilayah sudah mengalami kekeringan, sehingga memicu peningkatan kasus diare,” kata Lukasiwan.

Kasus Diare Meningkat di Sejumlah Wilayah

Lukasiwan mengatakan petugas puskesmas menemukan peningkatan kasus diare dalam tiga bulan terakhir. Kondisi tersebut mendorong Dinkes PPU untuk kembali mengingatkan warga agar memperhatikan kualitas air yang mereka gunakan.

Baca Juga:  Big Mall Samarinda Menunggak Pajak, Samri : Harus Segera Dibayar!

Warga perlu memastikan air untuk minum, memasak, dan kebutuhan rumah tangga lainnya tetap bersih. Masyarakat juga perlu menjaga kebersihan makanan sejak proses pengolahan hingga penyajian.

Saat persediaan air menipis, warga tetap perlu menjaga kebersihan tangan, peralatan makan, serta lingkungan rumah. Kebiasaan tersebut penting untuk mengurangi risiko penularan penyakit yang berkaitan dengan sanitasi.

Dinkes PPU juga meminta masyarakat tidak menggunakan sumber air yang kualitasnya sudah menurun tanpa pengolahan yang tepat.

Baca Juga:  Karhutla Kembali Membara di Sepaku, Tim Gabungan Kejar Titik Api Hingga kerahkan Caracal

Debu dan Asap Picu Risiko ISPA

Musim kemarau juga membawa persoalan lain. Cuaca kering meningkatkan paparan debu, sementara kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah titik dapat menambah asap di udara.

Kondisi tersebut dapat mengganggu saluran pernapasan, terutama ketika masyarakat menghabiskan banyak waktu di luar rumah.

Lukasiwan menyebut sejumlah puskesmas juga mencatat peningkatan kasus ISPA dalam beberapa bulan terakhir.

“Khususnya dampak El Nino yang berlangsung kurang lebih tiga bulan ini, terjadi peningkatan untuk kasus ISPA di berbagai wilayah puskesmas,” terangnya.

Menurutnya, masyarakat tetap perlu mengantisipasi debu dan asap meskipun indeks kualitas udara secara umum masih berada pada kategori baik. Kondisi udara dapat berbeda pada setiap lokasi, terutama di kawasan yang berdekatan dengan sumber asap atau aktivitas yang menghasilkan debu.

Baca Juga:  Pemkab PPU Beri Bantuan Pendidikan Berupa Seragam Kepada Masyarakat

Dinkes Ingatkan Pentingnya PHBS

Dinkes PPU mengajak masyarakat memperkuat Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) selama musim kemarau.

Warga perlu menjaga kebersihan air, makanan, tangan, peralatan rumah tangga, serta lingkungan sekitar. Masyarakat juga perlu segera memperhatikan kondisi kesehatan apabila muncul gejala diare atau gangguan pernapasan.

Untuk mengurangi paparan debu dan asap, warga dapat menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah, terutama saat kondisi udara terlihat berasap atau berdebu.

Dinkes PPU juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan perubahan kondisi lingkungan selama musim kemarau. Pengelolaan air yang baik dan kebiasaan hidup bersih menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan keluarga.

Penulis : Sull

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih PPU Dimulai, Nenang dan Tanjung Tengah Jadi Lokasi Awal
Sekda PPU Dorong Efek Jera bagi Pembakar Lahan untuk Tekan Karhutla
Mudyat Minta 180 PNS Baru Tingkatkan Pelayanan dan Hadirkan Inovasi
Bupati Mudyat Dorong Perusahaan Ambil Peran Lebih Besar dalam Perlindungan Anak di PPU
Dorong Babulu Jadi KNMP, Diskan PPU Lirik Potensi Besar
Diskan PPU Kembangkan Bibit Unggul untuk Perkuat Budidaya Rumput Laut
Kemarau Panjang Picu Produksi Air Bersih PPU Anjlok 95 Persen, Bendungan Waru Jadi Alternatif Stok Air Bersih
Krisis Air Baku Lumpuhkan Distribusi Air Bersih di Penajam, Warga Diminta Bersiap Hadapi Kemarau Panjang

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 19:32 WITA

Dinkes PPU Minta Warga Waspadai ISP Dan Diare Saat Musim Kemarau

Rabu, 16 September 2026 - 19:10 WITA

Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih PPU Dimulai, Nenang dan Tanjung Tengah Jadi Lokasi Awal

Selasa, 15 September 2026 - 15:34 WITA

Sekda PPU Dorong Efek Jera bagi Pembakar Lahan untuk Tekan Karhutla

Selasa, 15 September 2026 - 14:38 WITA

Mudyat Minta 180 PNS Baru Tingkatkan Pelayanan dan Hadirkan Inovasi

Senin, 14 September 2026 - 18:54 WITA

Bupati Mudyat Dorong Perusahaan Ambil Peran Lebih Besar dalam Perlindungan Anak di PPU

Berita Terbaru