Lintasjejaring.com, Penajam – Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mulai berjalan. Pemerintah memilih Kelurahan Nenang dan Desa Tanjung Tengah sebagai dua lokasi awal program tersebut. Rabu (16/09/2026).
Bupati PPU Mudyat Noor mengatakan pekerjaan di kedua lokasi sudah memasuki tahap konstruksi. Pemerintah daerah juga terus berkoordinasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana.
“Ada dua lokasi yang sudah berkontrak dan sedang dalam proses pembangunan. Kemarin tim dari kementerian juga sudah datang, sudah kita sambut dan lakukan koordinasi. Pelaksanaannya di Nenang dan Tanjung,” kata Mudyat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Mudyat menjelaskan, kontraktor kini mengerjakan struktur dasar kawasan. Pekerjaan tersebut mencakup pembangunan pondasi dan dermaga.
Pemerintah memprioritaskan dua fasilitas tersebut karena keduanya menjadi bagian penting dalam pengembangan kawasan nelayan. Setelah pekerjaan struktur selesai, pemerintah dapat memasang fasilitas pendukung untuk aktivitas masyarakat pesisir.
Pemerintah pusat menyiapkan anggaran awal sekitar Rp8 miliar untuk pekerjaan tahap awal tersebut.
Setelah kontraktor menyelesaikan pondasi dan dermaga, pembangunan akan berlanjut dengan pemasangan sejumlah fasilitas pendukung. Fasilitas tersebut mencakup cold storage, tangki BBM untuk nelayan, serta sarana pendukung aktivitas perikanan.
Mudyat mengatakan pemerintah pusat telah menyelesaikan proses pengadaan fasilitas tersebut. Karena itu, pemerintah tinggal memasang fasilitas setelah pekerjaan fisik utama selesai.
“Proses lelangnya sudah dilaksanakan oleh pemerintah pusat dan pemenangnya sudah ada. Jadi begitu pondasi dan dermaga fisiknya selesai dibangun, fasilitas storage dan pendukungnya tinggal dipasang di lokasi,” ujarnya.
Total Anggaran Capai Rp22 Miliar
Untuk pembangunan KNMP di Nenang dan Tanjung Tengah, pemerintah memperkirakan kebutuhan anggaran mencapai Rp18 miliar hingga Rp22 miliar.
Anggaran tersebut berasal dari APBN melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan. Dana itu akan mendukung pembangunan kawasan serta penyediaan berbagai fasilitas yang menunjang kegiatan nelayan.
Pemkab PPU berharap KNMP tidak hanya menghadirkan kawasan yang lebih tertata. Pemerintah juga ingin program tersebut memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat pesisir.
Keberadaan cold storage, misalnya, dapat membantu nelayan menyimpan hasil tangkapan. Fasilitas tersebut juga dapat memberi waktu lebih panjang bagi nelayan untuk mengatur pemasaran hasil tangkapan tanpa harus segera menjualnya.
Tiga Wilayah Masuk Rencana Perluasan
Pemkab PPU tidak menutup peluang untuk memperluas program KNMP ke wilayah lain. Pemerintah daerah telah menyiapkan sejumlah kawasan yang berpotensi mengikuti program tersebut.
Tiga wilayah yang masuk dalam rencana pengembangan antara lain Jenebora, Waru, dan Babulu.
Mudyat berharap pemerintah pusat da pat menambah cakupan program KNMP di PPU. Menurutnya, pembangunan kawasan nelayan perlu berjalan bersama peningkatan fasilitas produksi dan pengelolaan hasil perikanan.
“Harapan kita tentu program ini bisa terus berkembang dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat nelayan,” kata Mudyat.
Mudyat berharap pembangunan KNMP mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat nelayan. Pemerintah tidak hanya ingin memperbaiki kawasan tempat tinggal, tetapi juga meningkatkan kemampuan nelayan dalam menangani hasil tangkapan.
Dengan fasilitas penyimpanan dan sarana pendukung lainnya, nelayan memiliki lebih banyak pilihan dalam mengelola hasil tangkapan sebelum menjualnya.
Pemerintah berharap kondisi tersebut dapat meningkatkan nilai ekonomi hasil perikanan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir PPU.
Penulis : Sull
Editor : Redaksi









