Home / PPU

Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih PPU Dimulai, Nenang dan Tanjung Tengah Jadi Lokasi Awal

- Redaksi

Rabu, 16 September 2026 - 19:10 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Bupati Penajam Paser Utara, Mudyat Noor. (Ist)

Foto: Bupati Penajam Paser Utara, Mudyat Noor. (Ist)

Lintasjejaring.com, Penajam – Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mulai berjalan. Pemerintah memilih Kelurahan Nenang dan Desa Tanjung Tengah sebagai dua lokasi awal program tersebut. Rabu (16/09/2026).

Bupati PPU Mudyat Noor mengatakan pekerjaan di kedua lokasi sudah memasuki tahap konstruksi. Pemerintah daerah juga terus berkoordinasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana.

“Ada dua lokasi yang sudah berkontrak dan sedang dalam proses pembangunan. Kemarin tim dari kementerian juga sudah datang, sudah kita sambut dan lakukan koordinasi. Pelaksanaannya di Nenang dan Tanjung,” kata Mudyat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mudyat menjelaskan, kontraktor kini mengerjakan struktur dasar kawasan. Pekerjaan tersebut mencakup pembangunan pondasi dan dermaga.

Pemerintah memprioritaskan dua fasilitas tersebut karena keduanya menjadi bagian penting dalam pengembangan kawasan nelayan. Setelah pekerjaan struktur selesai, pemerintah dapat memasang fasilitas pendukung untuk aktivitas masyarakat pesisir.

Baca Juga:  Mantan Bupati PPU Andi Harahap Tutup Usia

Pemerintah pusat menyiapkan anggaran awal sekitar Rp8 miliar untuk pekerjaan tahap awal tersebut.

Setelah kontraktor menyelesaikan pondasi dan dermaga, pembangunan akan berlanjut dengan pemasangan sejumlah fasilitas pendukung. Fasilitas tersebut mencakup cold storage, tangki BBM untuk nelayan, serta sarana pendukung aktivitas perikanan.

Mudyat mengatakan pemerintah pusat telah menyelesaikan proses pengadaan fasilitas tersebut. Karena itu, pemerintah tinggal memasang fasilitas setelah pekerjaan fisik utama selesai.

“Proses lelangnya sudah dilaksanakan oleh pemerintah pusat dan pemenangnya sudah ada. Jadi begitu pondasi dan dermaga fisiknya selesai dibangun, fasilitas storage dan pendukungnya tinggal dipasang di lokasi,” ujarnya.

Total Anggaran Capai Rp22 Miliar

Untuk pembangunan KNMP di Nenang dan Tanjung Tengah, pemerintah memperkirakan kebutuhan anggaran mencapai Rp18 miliar hingga Rp22 miliar.

Baca Juga:  Budianto Bulang Tekankan Pentingnya Transparansi Anggaran dalam Penguatan Demokrasi Daerah

Anggaran tersebut berasal dari APBN melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan. Dana itu akan mendukung pembangunan kawasan serta penyediaan berbagai fasilitas yang menunjang kegiatan nelayan.

Pemkab PPU berharap KNMP tidak hanya menghadirkan kawasan yang lebih tertata. Pemerintah juga ingin program tersebut memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat pesisir.

Keberadaan cold storage, misalnya, dapat membantu nelayan menyimpan hasil tangkapan. Fasilitas tersebut juga dapat memberi waktu lebih panjang bagi nelayan untuk mengatur pemasaran hasil tangkapan tanpa harus segera menjualnya.

Tiga Wilayah Masuk Rencana Perluasan

Pemkab PPU tidak menutup peluang untuk memperluas program KNMP ke wilayah lain. Pemerintah daerah telah menyiapkan sejumlah kawasan yang berpotensi mengikuti program tersebut.

Tiga wilayah yang masuk dalam rencana pengembangan antara lain Jenebora, Waru, dan Babulu.

Baca Juga:  Kemarau di PPU, Mudyat Noor Ingatkan Warga Jangan Bakar Lahan

Mudyat berharap pemerintah pusat da  pat menambah cakupan program KNMP di PPU. Menurutnya, pembangunan kawasan nelayan perlu berjalan bersama peningkatan fasilitas produksi dan pengelolaan hasil perikanan.

“Harapan kita tentu program ini bisa terus berkembang dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat nelayan,” kata Mudyat.

Mudyat berharap pembangunan KNMP mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat nelayan. Pemerintah tidak hanya ingin memperbaiki kawasan tempat tinggal, tetapi juga meningkatkan kemampuan nelayan dalam menangani hasil tangkapan.

Dengan fasilitas penyimpanan dan sarana pendukung lainnya, nelayan memiliki lebih banyak pilihan dalam mengelola hasil tangkapan sebelum menjualnya.

Pemerintah berharap kondisi tersebut dapat meningkatkan nilai ekonomi hasil perikanan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir PPU.

Penulis : Sull

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dinkes PPU Minta Warga Waspadai ISP Dan Diare Saat Musim Kemarau
Sekda PPU Dorong Efek Jera bagi Pembakar Lahan untuk Tekan Karhutla
Mudyat Minta 180 PNS Baru Tingkatkan Pelayanan dan Hadirkan Inovasi
Bupati Mudyat Dorong Perusahaan Ambil Peran Lebih Besar dalam Perlindungan Anak di PPU
Dorong Babulu Jadi KNMP, Diskan PPU Lirik Potensi Besar
Diskan PPU Kembangkan Bibit Unggul untuk Perkuat Budidaya Rumput Laut
Kemarau Panjang Picu Produksi Air Bersih PPU Anjlok 95 Persen, Bendungan Waru Jadi Alternatif Stok Air Bersih
Krisis Air Baku Lumpuhkan Distribusi Air Bersih di Penajam, Warga Diminta Bersiap Hadapi Kemarau Panjang

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 19:32 WITA

Dinkes PPU Minta Warga Waspadai ISP Dan Diare Saat Musim Kemarau

Rabu, 16 September 2026 - 19:10 WITA

Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih PPU Dimulai, Nenang dan Tanjung Tengah Jadi Lokasi Awal

Selasa, 15 September 2026 - 15:34 WITA

Sekda PPU Dorong Efek Jera bagi Pembakar Lahan untuk Tekan Karhutla

Selasa, 15 September 2026 - 14:38 WITA

Mudyat Minta 180 PNS Baru Tingkatkan Pelayanan dan Hadirkan Inovasi

Senin, 14 September 2026 - 18:54 WITA

Bupati Mudyat Dorong Perusahaan Ambil Peran Lebih Besar dalam Perlindungan Anak di PPU

Berita Terbaru