Lintasjejaring.com, Penajam – Kerusakan mobil penyapu jalan milik Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) tidak menghentikan pelayanan kebersihan di sejumlah kawasan. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) PPU tetap mengandalkan puluhan petugas lapangan untuk memastikan jalan dan fasilitas umum terjaga kebersihannya. Sabtu (17/10/2026)
Sekitar 50 petugas penyapu jalan atau pasukan oranye dikerahkan setiap hari untuk membersihkan wilayah kerja yang tersebar dari kawasan pelabuhan, Petung, hingga Pasar Babulu.
Sekretaris DLH PPU, Syamsiah, mengatakan kendaraan penyapu jalan belum dapat difungsikan akibat kerusakan pada komponen suku cadang. Kondisi tersebut membuat pekerjaan yang sebelumnya dapat dibantu dengan kendaraan kini lebih banyak mengandalkan tenaga manusia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Mobil penyapu jalan sekarang tidak beroperasi karena ada suku cadangnya yang rusak sehingga tidak bisa difungsikan. Sebagai gantinya, peran tenaga manusia sangat besar,” kata Syamsiah.
Puluhan Petugas Tetap Menyisir Jalan
Meski menghadapi keterbatasan sarana operasional, DLH PPU berupaya mempertahankan rutinitas pembersihan jalan. Para petugas tetap menjalankan tugas untuk menangani sampah dan menjaga kebersihan di sejumlah jalur utama maupun kawasan yang menjadi perhatian pemerintah daerah.
Luasnya wilayah kerja membuat keberadaan petugas lapangan menjadi faktor penting dalam menjaga kebersihan. Mereka harus memastikan area yang menjadi tanggung jawabnya tetap tertata meskipun dukungan kendaraan penyapu jalan belum tersedia.
Syamsiah mengapresiasi upaya para petugas yang terus bekerja di tengah kendala tersebut. Menurutnya, kontribusi pasukan oranye sangat dibutuhkan untuk menjaga kondisi lingkungan tetap bersih.
“Peranan mereka sangat luar biasa besar dalam menjaga kebersihan lingkungan kita,” ujarnya.
Kerusakan kendaraan tersebut sekaligus menjadi tantangan bagi efektivitas pelayanan kebersihan. Perbaikan sarana operasional diharapkan dapat mendukung kembali pekerjaan petugas agar penanganan kebersihan jalan berlangsung lebih optimal.
Persiapan Adipura Tak Hanya Mengandalkan Jalan Bersih
Di tengah keterbatasan peralatan, DLH PPU juga melanjutkan pembenahan lingkungan untuk menghadapi penilaian Adipura 2026. Upaya tersebut tidak hanya berfokus pada kondisi jalan, tetapi mencakup sistem pengelolaan sampah di berbagai titik pemantauan.
Syamsiah menjelaskan, sejumlah aspek yang menjadi perhatian meliputi kebersihan drainase, ketersediaan tempat sampah terpilah, pengomposan, serta keberadaan bank sampah.
Menurutnya, kebersihan lingkungan perlu didukung sistem pengelolaan yang berjalan secara nyata dan berkelanjutan. Dengan begitu, upaya menjaga kebersihan tidak hanya dilakukan untuk memenuhi kebutuhan penilaian, tetapi juga mampu mengurangi persoalan sampah dalam jangka panjang.
“Penilaian Adipura itu konsepnya bukan cuma bersih-bersih doang. Intinya di semua titik ada pembenahan kebersihan, drainase harus bersih, harus ada pengomposan, tempat sampah terpilah, dan ada bank sampah di titik-titik tersebut,” jelasnya.
Pengelolaan Sampah Didorong Lebih Terintegrasi
DLH PPU turut mendorong pengelolaan sampah yang lebih terarah melalui pemilahan dan pengomposan. Sampah yang masih dapat dimanfaatkan diharapkan tidak seluruhnya berakhir di tempat pemrosesan akhir.
Selain itu, saluran drainase perlu dipelihara agar tidak tersumbat oleh sampah yang berpotensi menghambat aliran air. Sementara itu, bank sampah dapat menjadi sarana untuk meningkatkan pemanfaatan kembali sampah yang memiliki nilai ekonomis.
Berbagai langkah tersebut membutuhkan dukungan petugas kebersihan, pengelola fasilitas publik, serta partisipasi masyarakat. Kesadaran membuang sampah pada tempatnya dan menjaga lingkungan dinilai penting untuk membantu pemerintah mempertahankan kebersihan wilayah.
DLH PPU berharap pelayanan kebersihan tetap berjalan secara konsisten sembari mendorong perbaikan sarana pendukung yang dibutuhkan. Dengan dukungan tenaga lapangan dan pembenahan sistem pengelolaan sampah, pemerintah daerah menargetkan kualitas lingkungan tetap terjaga menjelang penilaian Adipura 2026.
(Mat/ADV)










