Lintasjejaring.com, Penajam – Pendapatan asli daerah (PAD) dari Pelabuhan Buluminung, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), belum mencapai target yang ditetapkan pada 2026. Hingga Oktober, pendapatan yang terealisasi baru sekitar Rp3,9 miliar dari target Rp8,6 miliar. Jumat (16/10/2026)
Belum beroperasinya kegiatan pemuatan batu bara menjadi salah satu faktor yang memengaruhi capaian tersebut. Aktivitas yang sebelumnya diharapkan mampu menopang penerimaan pelabuhan itu masih tertunda akibat belum terbitnya dokumen Rencana Kerja dan Biaya (RKB) dari kementerian yang membidangi energi dan sumber daya mineral.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) PPU, Agus Dahlan, menyampaikan bahwa kegiatan loading batu bara belum berlangsung sejak awal tahun hingga Oktober 2026.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Dari Januari sampai Oktober ini belum ada loading batu bara. Terkendala RKB dari Kementerian ESDM,” ungkap Agus.
Menunggu Kepastian Penerbitan RKB
Agus menjelaskan, hingga wawancara dilakukan, pihaknya belum menerima informasi terbaru mengenai kepastian penerbitan RKB. Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah belum dapat memastikan kapan aktivitas pemuatan batu bara di Pelabuhan Buluminung bisa kembali berjalan.
Padahal, beroperasinya kegiatan tersebut berpotensi membuka peluang tambahan penerimaan bagi daerah. Karena itu, Dishub PPU berharap proses penerbitan dokumen yang dibutuhkan perusahaan dapat segera memperoleh kepastian.
Pemerintah daerah juga menaruh harapan pada 2027 agar sejumlah RKB bisa diterbitkan sehingga perusahaan batu bara yang beroperasi di wilayah PPU memiliki kesempatan melaksanakan kegiatan sesuai ketentuan.
“Mudah-mudahan tahun depan sudah ada beberapa RKB yang keluar. Kami berharap pengusaha-pengusaha batu bara di PPU juga bisa mendapatkan RKB sehingga aktivitas di Pelabuhan Buluminung dapat berjalan lagi,” katanya.
Bongkar Muat CPO Masih Menopang Pendapatan
Di tengah belum berjalannya pemuatan batu bara, Pelabuhan Buluminung masih memperoleh pemasukan dari kegiatan bongkar muat komoditas lain, terutama minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO).
Agus menyebut, terdapat sekitar enam perusahaan yang bekerja sama dalam kegiatan bongkar muat di pelabuhan tersebut. Aktivitas ini menjadi salah satu sumber penerimaan yang masih berjalan ketika sektor batu bara belum memberikan kontribusi.
“Selain batu bara, ada CPO. Kurang lebih enam perusahaan yang bergabung dengan kami untuk melakukan bongkar muat di pelabuhan,” jelasnya.
Meski demikian, pendapatan dari aktivitas yang masih berlangsung belum mampu mendorong realisasi PAD mendekati target tahunan. Dari target Rp8,6 miliar, penerimaan yang terkumpul hingga Oktober baru sekitar Rp3,9 miliar.
Dengan demikian, masih terdapat selisih sekitar Rp4,7 miliar dari target yang ditetapkan. Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi pemerintah daerah dalam mengoptimalkan pendapatan sektor kepelabuhanan.
Aktivitas Pelabuhan Diharapkan Kembali Meningkat
Dishub PPU berharap kegiatan kepelabuhanan dapat berkembang kembali, termasuk melalui terbukanya peluang pemuatan batu bara setelah persyaratan administrasi dipenuhi.
Kepastian penerbitan RKB menjadi salah satu hal yang dinantikan agar perusahaan dapat menjalankan aktivitas sesuai regulasi dan potensi pendapatan pelabuhan dapat dimaksimalkan.
Agus berharap kegiatan di Pelabuhan Buluminung kembali meningkat sehingga mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap PAD Kabupaten Penajam Paser Utara.
“Harapannya kegiatan kepelabuhanan ini dapat segera kembali berkembang sehingga kontribusinya terhadap PAD PPU lebih optimal,” tandasnya. (Adv)
(Mat/ADV)










