Lintasjejaring.com, Penajam – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menyiapkan penataan zonasi tambat kapal untuk mengoptimalkan fungsi pelabuhan sekaligus mendukung pengembangan transportasi laut. Rencana ini mencakup pembagian peruntukan kawasan Buluminung dan Nenang dengan mempertimbangkan kedalaman perairan serta karakteristik kapal yang akan dilayani. Jumat (16/10/2026)
Penataan tersebut juga berkaitan dengan rencana pembangunan Pelabuhan Nenang. Jika terealisasi, keberadaan pelabuhan itu diharapkan dapat membagi aktivitas kapal sehingga pelayanan tidak hanya bertumpu pada Pelabuhan Buluminung.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) PPU, Agus Dahlan, mengatakan karakteristik perairan menjadi pertimbangan utama dalam menentukan fungsi setiap pelabuhan. Kedalaman alur pelayaran akan menentukan ukuran dan jenis kapal yang dapat masuk dengan aman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pelabuhan Buluminung difungsikan untuk kapal-kapal berukuran sedang. Kedalaman perairannya saat kondisi air laut surut hanya berkisar antara 6 hingga 7 meter saja,” ujar Agus.
Kedalaman Perairan Jadi Dasar Pembagian Zonasi
Kondisi perairan Buluminung membatasi akses kapal berukuran besar, terutama tanker yang membutuhkan kedalaman alur lebih memadai. Kapal dengan sarat air yang dalam berisiko kandas apabila melintasi perairan yang tidak sesuai dengan kebutuhan operasionalnya.
Sebagai alternatif, kawasan teluk dengan kedalaman alami sekitar 10 hingga 12 meter dinilai lebih memungkinkan untuk menunjang aktivitas kapal tanker dan armada berukuran besar lainnya.
Menurut Agus, perbedaan karakteristik perairan tersebut perlu menjadi dasar dalam menyusun zonasi tambat kapal. Dengan pembagian fungsi yang tepat, pemanfaatan fasilitas pelabuhan dapat disesuaikan dengan kebutuhan operasional masing-masing armada.
“Pembagian zonasi tambat ini menjadi aspek mendasar agar seluruh fasilitas pelabuhan dapat beroperasi secara maksimal, efektif, serta aman,” jelasnya.
Rencana Pelabuhan Nenang Dikoordinasikan dengan Provinsi
Dishub PPU terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk mematangkan rencana penataan kawasan pelabuhan. Koordinasi tersebut mencakup persiapan peninjauan lapangan, pertimbangan teknis, serta pemilihan lokasi yang sesuai untuk pengembangan infrastruktur.
Agus mengatakan pemerintah kabupaten siap mendukung proses perencanaan sesuai arahan kepala daerah dan pembagian kewenangan yang berlaku.
“Kami selalu berkomunikasi aktif dengan kawan-kawan di provinsi untuk menjadwalkan peninjauan lapangan. Pada prinsipnya, kami dari pemerintah kabupaten siap mendukung penuh seluruh arahan Pak Bupati dan Pak Gubernur, termasuk dalam pemetaan serta pemilihan lahan nanti,” ungkapnya.
Peninjauan teknis menjadi salah satu tahapan penting sebelum rencana pengembangan ditindaklanjuti. Hasil kajian diharapkan dapat membantu menentukan fungsi pelabuhan berdasarkan kondisi perairan dan kebutuhan aktivitas kapal.
Meski demikian, rencana pembangunan Pelabuhan Nenang masih memerlukan tahapan perencanaan dan koordinasi lebih lanjut sebelum dapat direalisasikan.
Pengembangan Pelabuhan Berpeluang Tingkatkan Pendapatan Daerah
Selain mendukung kelancaran transportasi laut, penataan pelabuhan juga dinilai berpotensi memperkuat penerimaan daerah. Agus menyebut Pelabuhan Buluminung memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai salah satu penunjang pendapatan Kabupaten PPU.
Namun, potensi tersebut perlu diimbangi dengan peningkatan sarana dan prasarana agar pelayanan pelabuhan dapat berjalan optimal. Ketersediaan fasilitas yang memadai juga menjadi faktor penting dalam mendukung aktivitas kapal dan pemanfaatan kawasan pelabuhan.
“Pelabuhan Buluminung menyimpan potensi penerimaan yang cukup besar bagi daerah. Namun, target yang dibebankan kepada Dishub tentu harus berbanding lurus dengan pemenuhan serta peningkatan fasilitas pelabuhan yang memadai,” pungkas Agus.
Melalui penataan zonasi dan rencana pengembangan pelabuhan, Pemkab PPU berharap pemanfaatan kawasan pesisir dapat lebih terarah. Pembagian peruntukan yang sesuai dengan karakteristik perairan diharapkan mendukung keselamatan pelayaran sekaligus membuka peluang pengembangan sektor transportasi laut di daerah.
(Mat/ADV PPU)










