Lintasjejaring.com, Penajam– Kebutuhan meja dan kursi belajar yang belum terpenuhi di sejumlah sekolah dasar (SD) menjadi perhatian Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Melalui pengadaan mebeler senilai sekitar Rp1 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), pemerintah daerah memprioritaskan sekolah yang kekurangan fasilitas dasar maupun memiliki perabot dengan kerusakan berat. Kamis (15/09/2026).
Salah satu kondisi yang ditemukan berada di SDN 033 Penajam. Sekretaris Disdikpora PPU, Durajat, menyebut terdapat dua ruang kelas yang belum dilengkapi meja dan kursi siswa secara memadai.
“Di SDN 033 Penajam, ada dua kelas yang tidak memiliki meja dan kursi. Anak-anak sampai menggunakan meja dan kursi seperti anak TK. Padahal, mereka sudah mulai besar, sehingga kondisi itu tentu tidak ideal,” ungkap Durajat,
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Temuan tersebut menjadi salah satu gambaran kebutuhan sarana pembelajaran yang masih harus dipenuhi di sejumlah sekolah. Disdikpora PPU pun melakukan pendataan agar pengadaan dapat diarahkan kepada satuan pendidikan yang paling membutuhkan.
Sekolah dengan Fasilitas Terbatas Jadi Prioritas
Durajat menjelaskan, pengadaan mebeler tidak dilakukan secara merata tanpa mempertimbangkan kondisi sekolah. Disdikpora lebih dahulu mengidentifikasi sekolah yang belum memiliki meja dan kursi dalam jumlah cukup atau menggunakan perabot yang sudah rusak berat.
“Kami sudah meminta bagian sarana dan prasarana mendata semua sekolah yang kebutuhan dasarnya belum lengkap. Jadi, kami bisa mengetahui sekolah mana yang memang perlu diprioritaskan,” jelasnya.
Menurutnya, masih ada sekolah yang menggunakan meja dan kursi lama dengan kondisi kurang memadai. Namun, dalam pengadaan kali ini, kebutuhan yang paling mendesak menjadi perhatian utama.
“Yang kami prioritaskan saat ini adalah sekolah yang betul-betul tidak punya meja dan kursi atau kondisinya sudah rusak berat. Memang masih ada sekolah yang fasilitasnya kurang memadai, tetapi yang kami data adalah yang benar-benar membutuhkan,” tegasnya.
Lima Sekolah Mendapat Alokasi Mebeler
Pengadaan mebeler tersebut menyasar sejumlah sekolah dasar di wilayah Penajam. Alokasi disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing satuan pendidikan.
Berikut rincian sekolah yang disebut menerima alokasi pengadaan:
- SDN 002 Penajam, Jalan Provinsi Nenang, Kelurahan Nenang: 56 set.
- SDN 009 Penajam, Jalan Provinsi Kilometer 18 Petung, Kelurahan Petung: 93 set.
- SDN 017 Penajam, Kelurahan Petung: 56 set.
- SDN 022 Penajam: 84 set.
- Sekolah di Kelurahan Riko, Kilometer 30 Jalan Poros Petung: 56 set.
Alokasi tersebut menjadi bagian dari upaya pemenuhan fasilitas belajar di sekolah yang membutuhkan. Meski begitu, pendataan tetap diperlukan untuk mengetahui kebutuhan lain yang belum terakomodasi dalam pengadaan kali ini.
Anggaran Rp1 Miliar Bersumber dari APBD PPU
Durajat memastikan anggaran pengadaan mebeler sekitar Rp1 miliar berasal dari APBD Kabupaten PPU, bukan dari pemerintah pusat.
“Anggarannya dari APBD PPU, bukan dari pusat. Totalnya kurang lebih Rp1 miliar,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemenuhan sarana pendidikan juga telah dilakukan secara bertahap pada tahun sebelumnya. Dukungan fasilitas menyasar jenjang taman kanak-kanak (TK) dan pendidikan anak usia dini (PAUD), termasuk penyediaan sarana pembelajaran lainnya seperti papan interaktif.
“Tahun lalu sudah ada pengadaan, mulai dari jenjang TK dan PAUD. Ini merupakan tambahan untuk memenuhi kebutuhan yang masih kurang. Bukan hanya mebeler, papan interaktif dan sebagainya juga sudah ada,” pungkasnya.
Melalui pengadaan dan pendataan kebutuhan tersebut, Disdikpora PPU berupaya memastikan fasilitas dasar pembelajaran tersedia sesuai kebutuhan sekolah. Pemenuhan meja dan kursi menjadi salah satu aspek penting agar siswa dapat mengikuti kegiatan belajar dengan sarana yang lebih layak.
(Mat/ADV PPU)










