Lintasjejaring.com, Nunukan – Bertambahnya usia Kabupaten Nunukan menjadi momentum untuk mengukur sejauh mana pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat. Di tengah capaian ekonomi dan peningkatan layanan publik, Pemerintah Kabupaten Nunukan masih menghadapi pekerjaan besar: memastikan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan menjangkau masyarakat hingga kawasan perbatasan. Senin (12/10/2026)
Bupati Nunukan, H. Irwan Sabri, menegaskan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Nunukan bukan sekadar seremoni tahunan. Momentum ini harus menjadi ruang evaluasi sekaligus penguat komitmen untuk membawa daerah berkembang lebih merata.
“Peringatan hari jadi Kabupaten Nunukan ini menjadi momentum bagi kita untuk mengevaluasi perjalanan pembangunan, memperkuat komitmen, serta meningkatkan sinergi seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan Kabupaten Nunukan yang inovatif, sejahtera, adil, dan mandiri,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Irwan, kemajuan daerah tidak cukup diukur dari banyaknya program maupun besarnya anggaran. Hal yang lebih penting ialah dampak pembangunan terhadap kehidupan masyarakat, terutama dalam memperoleh layanan dasar dan kesempatan ekonomi yang lebih baik.
17 Arah Baru Jadi Fondasi Pembangunan
Pemerintah Kabupaten Nunukan menjadikan program 17 Arah Baru sebagai salah satu pijakan untuk memperkuat pembangunan daerah. Program tersebut diarahkan agar kebijakan pemerintah lebih terukur, menjawab kebutuhan masyarakat, serta selaras dengan potensi yang dimiliki setiap wilayah.
Arah pembangunan itu mencakup penguatan sumber daya manusia, pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal, peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan, pembangunan infrastruktur dasar, serta pemeliharaan kerukunan dan kebudayaan.
Irwan menekankan bahwa setiap program harus memiliki manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Karena itu, pelaksanaan pembangunan perlu disertai pengawasan dan evaluasi agar hasilnya tidak berhenti pada capaian administratif.
“Setiap program pembangunan harus dilaksanakan secara terukur, transparan, tepat sasaran, dan berkelanjutan. Keberhasilannya tidak hanya dilihat dari jumlah kegiatan atau anggaran yang digunakan, tetapi juga dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Pertumbuhan Ekonomi Meningkat, Kesejahteraan Harus Diperluas
Sejumlah indikator pembangunan Nunukan menunjukkan perkembangan positif. Pada 2025, pertumbuhan ekonomi daerah tercatat sebesar 3,98 persen. Tingkat kemiskinan turun dari 5,73 persen menjadi 5,27 persen, sedangkan tingkat pengangguran terbuka menurun dari 2,71 persen menjadi 2,61 persen.
Di sisi lain, angka Gini Ratio turun dari 0,381 menjadi 0,257. Sementara itu, Indeks Pembangunan Manusia meningkat dari 69,27 menjadi 69,87.
Capaian tersebut menjadi modal bagi pemerintah daerah untuk memperkuat kebijakan yang lebih berpihak kepada masyarakat. Namun, angka-angka itu tetap perlu diikuti pemerataan kesempatan kerja, peningkatan pendapatan keluarga, serta kemudahan akses terhadap layanan dasar.
Irwan mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan harus dilihat dari perubahan nyata dalam kehidupan warga, bukan semata-mata dari laporan statistik.
“Capaian pembangunan yang telah diraih harus terus kita tingkatkan, yang terpenting bukan hanya angka-angka pembangunan, tetapi bagaimana hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat dan mampu meningkatkan kesejahteraan secara merata,” katanya.
Infrastruktur dan Hunian Layak Masih Jadi Prioritas
Sebagai kabupaten yang memiliki wilayah luas dan kawasan perbatasan, Nunukan menghadapi tantangan dalam membuka akses antardaerah. Ketersediaan jalan, air bersih, listrik, dan hunian layak menjadi faktor penting untuk mendukung aktivitas ekonomi sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Pada 2026, pemerintah daerah menyiapkan pembangunan lima unit Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), serta 151 paket jalan usaha tani yang tersebar di 16 kecamatan. Dukungan alat berat juga disiapkan untuk membantu pekerjaan pembangunan dan membuka akses di sejumlah wilayah.
Pemerintah turut mendorong perluasan layanan listrik melalui pemanfaatan energi surya komunal. Sementara untuk perumahan, program yang disiapkan meliputi pembangunan 122 unit rumah melalui APBD, 200 unit melalui APBN, serta 714 unit melalui kerja sama dengan pemerintah pusat.
Berbagai program tersebut diharapkan tidak hanya memperbaiki kondisi fisik wilayah, tetapi juga mempermudah masyarakat mengakses pasar, sekolah, fasilitas kesehatan, dan pusat pelayanan pemerintahan.
Pendidikan dan Kesehatan Menjadi Investasi Jangka Panjang
Pembangunan manusia menjadi bagian penting dari arah kebijakan Nunukan. Di sektor pendidikan, pemerintah menyiapkan bantuan seragam bagi 21.680 siswa sekolah dasar dan 10.213 siswa sekolah menengah pertama. Program beasiswa juga ditargetkan menjangkau 1.011 penerima.
Untuk mengatasi keterbatasan konektivitas, akses internet berbasis Starlink disiapkan bagi 19 SMP. Upaya ini diharapkan membantu kegiatan belajar mengajar, khususnya di sekolah yang menghadapi kendala jaringan komunikasi.
Sementara di bidang kesehatan, penguatan layanan dilakukan melalui dukungan 11 dokter spesialis di RS Pratama Sebuku dan Sebatik. Cakupan kepesertaan Universal Health Coverage (UHC) Nunukan tercatat mencapai 97,32 persen pada kuartal II 2026. Adapun program pemeriksaan kesehatan gratis telah menjangkau 42.930 orang.
Capaian tersebut perlu diikuti peningkatan mutu layanan dan ketersediaan tenaga kesehatan agar masyarakat di pulau-pulau serta wilayah terpencil memperoleh pelayanan yang semakin mudah.
Pertanian, Perikanan, dan UMKM Didorong Jadi Penggerak Ekonomi
Selain memperkuat layanan dasar, Pemerintah Kabupaten Nunukan berupaya mengembangkan sektor-sektor yang menjadi tumpuan ekonomi masyarakat. Pertanian, perikanan, rumput laut, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dipandang memiliki peluang besar untuk meningkatkan pendapatan warga.
Di bidang pertanian, optimalisasi lahan dan pembukaan sawah baru ditargetkan mencapai 1.500 hektare. Sementara itu, pengembangan komoditas rumput laut didorong melalui penguatan regulasi dan kerja sama penelitian dengan Politeknik Negeri Nunukan.
Dukungan terhadap UMKM juga dilakukan melalui pelatihan pengelolaan keuangan bagi 48 unit usaha serta fasilitasi perizinan bagi 80 pelaku usaha. Di tingkat desa, penguatan BUM Desa dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih diharapkan memperluas kegiatan ekonomi berbasis potensi lokal.
Pengembangan sektor-sektor tersebut membutuhkan kesinambungan, mulai dari peningkatan kapasitas pelaku usaha hingga akses pemasaran. Dengan demikian, potensi daerah tidak hanya menghasilkan komoditas, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi masyarakat setempat.
Tata Kelola Pemerintahan dan Tantangan yang Belum Tuntas
Di bidang pemerintahan, Nunukan mencatat sejumlah capaian, di antaranya opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas laporan keuangan 2025, indeks pelayanan publik 4,32 dengan kategori A-, serta predikat Informatif dalam keterbukaan informasi publik.
Meski demikian, pemerintah daerah masih perlu menyelesaikan berbagai persoalan, termasuk penanganan stunting, pemerataan infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan pemenuhan layanan dasar di wilayah yang sulit dijangkau.
Irwan juga menempatkan persatuan dan kerukunan sebagai modal penting dalam menjalankan pembangunan. Keberagaman masyarakat Nunukan dinilai harus dirawat agar menjadi kekuatan dalam menghadapi tantangan daerah.
“Keberagaman yang kita miliki merupakan kekuatan dan modal sosial dalam pembangunan. Karena itu, toleransi, kerukunan, persatuan, dan semangat gotong royong harus terus kita jaga,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Kolaborasi masyarakat, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan dibutuhkan agar program yang direncanakan dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.
HUT ke-27 Jadi Momentum Memperkuat Komitmen
Perjalanan 27 tahun Kabupaten Nunukan menunjukkan adanya perkembangan dalam berbagai sektor. Namun, tantangan geografis dan kebutuhan masyarakat yang terus berkembang membuat pembangunan harus terus disesuaikan dengan kondisi lapangan.
Pemerintah daerah dituntut menjaga kesinambungan program, memperkuat kualitas pelayanan, serta memastikan hasil pembangunan dapat dirasakan secara adil oleh masyarakat di seluruh kecamatan.
Peringatan HUT ke-27 pada akhirnya bukan hanya tentang mengenang perjalanan daerah, melainkan juga menegaskan kembali tujuan pembangunan: menghadirkan kehidupan yang lebih layak, membuka peluang ekonomi, dan memperkuat persatuan masyarakat Nunukan.
Dengan semangat kebersamaan, Irwan berharap pembangunan ke depan semakin terarah dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat, termasuk mereka yang tinggal jauh dari pusat pemerintahan.
“Selamat Hari Jadi kabupaten Nunukan Ke-27”
Penulis : Far/Nun
Editor : Redaksi










