Gerakan Tanam Padi PM AAS Dimulai, Mudyat Noor Tekankan Kesiapan Lahan PPU

- Redaksi

Rabu, 30 September 2026 - 15:43 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Bupati PPU, Mudyat Noor (tengah) bersama pihak terkait saat menghadiri Gerakan Tanam Padi melalui program Pertanian Modern Advance Agriculture System (PM AAS) bersama Kelompok Tani Sidodadi dan Sido Muncul di Desa Bangun Mulya, Kecamatan Waru.

Foto: Bupati PPU, Mudyat Noor (tengah) bersama pihak terkait saat menghadiri Gerakan Tanam Padi melalui program Pertanian Modern Advance Agriculture System (PM AAS) bersama Kelompok Tani Sidodadi dan Sido Muncul di Desa Bangun Mulya, Kecamatan Waru.

Lintasjejaring.com, Penajam – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mulai memperkuat pertanian modern melalui Gerakan Tanam Padi Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PM AAS). Program ini menyasar ribuan hektare lahan di Kalimantan Timur, dengan PPU mendapat porsi terbesar. Rabu (30/09/2026).

Bupati PPU Mudyat Noor menghadiri Gerakan Tanam Padi PM AAS bersama Kelompok Tani Sidodadi dan Sido Muncul di Desa Bangun Mulya, Kecamatan Waru.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Direktur Irigasi Pertanian Kementerian Pertanian RI sekaligus Penjabat Swasembada Pangan Nasional Berkelanjutan Provinsi Kalimantan Timur Liferdi Lukman, Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBPMP) Ahmad Subhan, Wakil Bupati PPU Abdul Waris Muin, jajaran Pemkab PPU, Balai Wilayah Sungai (BWS), penyuluh pertanian, serta kelompok tani.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mudyat mengapresiasi dukungan Kementerian Pertanian dan seluruh pihak yang ikut menjalankan program PM AAS di PPU. Menurutnya, penerapan pertanian modern perlu berjalan bersama kesiapan lahan agar teknologi, benih unggul, dan irigasi dapat memberikan hasil maksimal.

“Yang paling penting adalah bagaimana media tanam ini dipersiapkan dengan baik. Kalau tanahnya memiliki nutrisi yang cukup, didukung bibit unggul dan irigasi, produksi padi tentu bisa meningkat,” jelas Mudyat.

Ia menilai kondisi sebagian lahan pertanian PPU yang memiliki tingkat keasaman cukup tinggi membutuhkan pengolahan tanah secara tepat. Karena itu, petani perlu memastikan kondisi media tanam sebelum memasuki tahap budidaya.

“Pertanian jangan hanya dipandang sebagai kegiatan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Dengan peningkatan produksi, pertanian bisa menjadi sumber penghasilan yang mampu meningkatkan kesejahteraan petani dan menarik minat generasi muda,” kata Mudyat.

Menurutnya, program tersebut tidak hanya mengandalkan perluasan lahan. Pemerintah juga mendorong intensifikasi agar lahan yang sudah ada mampu menghasilkan produksi lebih tinggi.

“Program dilakukan melalui perluasan areal tanam sekaligus intensifikasi untuk meningkatkan produktivitas. Dengan begitu,peluang keberhasilan bisa ditingkatkan,” tambahnya.

PPU Jadi Lokomotif PM AAS Kaltim

Direktur Irigasi Pertanian Kementerian Pertanian RI Liferdi Lukman mengatakan PM AAS menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat swasembada pangan sekaligus swasembada air.

“PM-AAS bagian dari upaya pemerintah mewujudkan swasembada pangan dan air,” ujar Liferdi.

Liferdi menjelaskan PM AAS memadukan teknologi pertanian, varietas unggul, manajemen air, serta pendampingan kepada petani. Pemerintah menargetkan produktivitas padi melalui program tersebut dapat mencapai 10 ton per hektare.

“Target PM AAS adalah meningkatkan produktivitas hingga 10 ton per hektare. Di Kalimantan Timur, produksi yang sebelumnya sekitar 4 ton per hektare sudah meningkat hingga 9 ton per hektare,” kata Liferdi.

PPU Dapat Sasaran 3.546 Hektare

Dari total sasaran PM AAS sekitar 7.125 hektare di Kaltim, PPU mendapat porsi sekitar 3.546 hektare. Luasan tersebut membuat PPU menjadi salah satu wilayah utama dalam penerapan pertanian modern di Kaltim.

Baca Juga:  Berikut Kegiatan Dispora Kaltim Yang Akan Dilaksanakan Pada Bulan Desember
Baca Juga:  DPRD Berau Tegaskan Komitmen Awasi APBD, Meski Kewenangan Terbatas

Liferdi menyebut posisi PPU sangat strategis dalam program tersebut. Karena itu, pemerintah daerah dan petani perlu memastikan seluruh komponen pendukung berjalan secara bersamaan.

“PPU ini sudah menjadi lokomotif di Provinsi Kalimantan Timur. Karena itu, PPU menjadi penting dalam penerapan PM AAS,” ujarnya.

Selain teknologi dan varietas unggul, Liferdi menekankan ketersediaan air sebagai salah satu faktor penting dalam mengejar produktivitas. Menurutnya, dukungan irigasi perlu diperkuat agar tanaman dapat tumbuh optimal.

Baca Juga:  Pemkot Samarinda Buka Seleksi Dewas Varia Niaga, Perkuat Pengawasan Perusda

Irigasi Jadi Faktor Penting

Liferdi mengatakan keberhasilan PM AAS tidak cukup hanya dengan memperluas areal tanam. Sistem pengelolaan air juga harus berjalan baik karena kebutuhan air menjadi bagian penting dalam menentukan produktivitas lahan.

“Ketersediaan air menjadi salah satu faktor utama dalam mencapai produktivitas pertanian secara maksimal,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala BBPMP Ahmad Subhan mengatakan gerakan tanam di Desa Bangun Mulya menjadi bagian dari upaya meningkatkan produksi padi melalui penerapan teknologi modern.

Berdasarkan hasil ubinan, produktivitas yang sebelumnya berada di kisaran 4,5 ton per hektare dapat meningkat hingga sekitar 9 ton per hektare, sedangkan hasil riil di lapangan berada di kisaran tujuh ton per hektare.

Dengan pelaksanaan Gerakan Tanam Padi PM AAS, Pemkab PPU berharap pertanian modern tidak hanya meningkatkan produksi pangan. Program tersebut juga diarahkan untuk memperkuat pendapatan petani dan membuat sektor pertanian semakin menarik bagi generasi muda.

(Mat/ADV)

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Akhir Tahun 2026, Bupati Kukar Prioritaskan Program Internet Jangkau Seluruh Desa
Dispora Kukar Pastikan Perawatan Stadion Aji Imbut Tetap Berjalan Sesuai Kontrak
Bupati Kukar Minta Realisasi Anggaran Tetap Berpijak pada Program
Pemkab PPU Dorong Bandara IKN Jadi Komersial, Jembatan Riko dan Pelabuhan Nenang Ikut Diajukan
Efisiensi APBD Kukar, Sekda Sunggono Sebut Sejumlah Belanja Daerah Disesuaikan
Disbun Kukar Terus Perkuat Pengelolaan Perizinan pada Usaha Perkebunan
Pemkab Kukar Ajak Pelajar Kenali Nilai Pancasila Lewat Peringatan Hari Kesaktian
Kemiskinan PPU Turun Jadi 5,78 Persen, Pemerintah Perkuat Intervensi Berbasis Data

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:19 WITA

Akhir Tahun 2026, Bupati Kukar Prioritaskan Program Internet Jangkau Seluruh Desa

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:05 WITA

Dispora Kukar Pastikan Perawatan Stadion Aji Imbut Tetap Berjalan Sesuai Kontrak

Jumat, 2 Oktober 2026 - 16:31 WITA

Bupati Kukar Minta Realisasi Anggaran Tetap Berpijak pada Program

Jumat, 2 Oktober 2026 - 15:38 WITA

Pemkab PPU Dorong Bandara IKN Jadi Komersial, Jembatan Riko dan Pelabuhan Nenang Ikut Diajukan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:09 WITA

Efisiensi APBD Kukar, Sekda Sunggono Sebut Sejumlah Belanja Daerah Disesuaikan

Berita Terbaru