Lintasjejaring.com, Penajam – Sekitar 5.000 pelajar di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, berpeluang mengikuti seleksi masuk Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) di Kecamatan Babulu. Rabu (23/09/2026).
Sekolah jenjang SMP tersebut menawarkan pola pendidikan yang berbeda dari sekolah pada umumnya. Pemerintah pusat menyiapkan SNT dengan standar pendidikan yang lebih tinggi dan berorientasi internasional.
Bupati PPU Mudyat Noor mengatakan seluruh calon peserta didik dari PPU memiliki kesempatan mengikuti seleksi. Namun, pemerintah tetap menerapkan tes untuk menentukan siswa yang memenuhi standar sekolah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Memang siswanya dari Penajam, tetapi tetap harus melalui tes karena standarnya memang internasional,” kata Mudyat, Selasa (22/09/2026).
Jumlah calon peserta yang mencapai ribuan membuat proses penerimaan siswa menjadi salah satu tahapan penting dalam program tersebut. Pemerintah pusat nantinya menetapkan persyaratan, mekanisme seleksi, hingga tahapan penerimaan peserta didik.
Mudyat menilai kehadiran SNT membuka peluang besar bagi anak-anak PPU untuk memperoleh pengalaman belajar dengan standar pendidikan yang lebih luas.
“Ini kesempatan yang harus kita manfaatkan. Anak-anak kita punya ruang untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas,” ujarnya.
PPU Jadi Salah Satu Daerah Penerima Program
Program SNT juga memiliki nilai strategis bagi PPU. Di Kalimantan Timur, pemerintah pusat hanya memilih dua daerah untuk mengikuti program tersebut, yakni PPU dan Kabupaten Mahakam Ulu.
Pemkab PPU melihat program ini sebagai peluang untuk memperluas akses pendidikan berkualitas bagi generasi muda daerah.
Sekolah yang akan berdiri di Kecamatan Babulu itu nantinya tidak hanya menghadirkan fasilitas pendidikan baru. Pemerintah juga ingin membangun lingkungan belajar yang mampu mempersiapkan siswa menghadapi persaingan di tingkat nasional hingga internasional.
Karena itu, Pemkab PPU terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai rencana.
Saat ini, pemerintah daerah masih menunggu penyelesaian tahapan administrasi melalui Berita Acara Serah Terima (BAST). Setelah tahapan tersebut rampung, pemerintah menargetkan pekerjaan fisik sekolah mulai berjalan pada November 2026.
“Kalau sesuai informasi dari Kementerian, pelaksanaan fisiknya direncanakan mulai November. Kita harapkan seluruh prosesnya berjalan lancar,” jelas Mudyat.
Pemerintah Siapkan Anggaran Rp250 Miliar
Pemerintah pusat mengalokasikan sekitar Rp250 miliar untuk pembangunan SNT di PPU. Anggaran tersebut menunjukkan skala pembangunan fasilitas yang pemerintah siapkan untuk mendukung proses pendidikan dan aktivitas peserta didik.
Namun, Mudyat menegaskan pembangunan gedung bukan satu-satunya target pemerintah. Pemkab PPU ingin memastikan anak-anak daerah mendapat akses yang luas terhadap kesempatan belajar di sekolah tersebut.
Karena itu, pemerintah daerah akan terus mengikuti perkembangan aturan penerimaan siswa dari pemerintah pusat. Pemkab juga akan berkoordinasi mengenai persyaratan calon peserta didik, mekanisme tes, hingga kesiapan sekolah sebelum kegiatan belajar dimulai.
Dengan potensi sekitar 5.000 calon peserta, proses seleksi nantinya akan menjadi tahap penting bagi pelajar PPU yang ingin masuk SNT.
“Kita ingin anak-anak PPU memiliki kesempatan mendapatkan pendidikan berkualitas dan nantinya mampu bersaing, baik di tingkat nasional maupun internasional,” pungkas Mudyat.
Penulis : Acc/Penajam
Editor : Redaksi









