Lintasjejaring.com, Penajam – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di lingkungan tempat tinggal. Minggu (18/10/2026).
Salah satu penyebab yang perlu diantisipasi adalah korsleting listrik yang dapat memicu kebakaran apabila instalasi dan peralatan listrik tidak digunakan dengan aman.
Kasi Pencegahan dan Sarpas DPKP PPU, Supriono, mengimbau masyarakat untuk membiasakan diri menerapkan langkah-langkah pencegahan kebakaran, terutama saat beraktivitas di rumah maupun ketika hendak meninggalkan tempat tinggal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pencegahan kebakaran harus dimulai dari lingkungan rumah masing-masing. Kami mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap penggunaan listrik dan memastikan seluruh peralatan yang tidak digunakan sudah dimatikan,” ujar Supriono.
Menurutnya, masyarakat perlu memperhatikan kondisi instalasi listrik secara berkala. Kabel yang terkelupas, sambungan listrik yang tidak sesuai standar, hingga penggunaan stopkontak secara berlebihan dapat meningkatkan risiko korsleting.
Selain itu, warga diminta memastikan kompor dalam keadaan mati sebelum tidur atau meninggalkan rumah.
Peralatan elektronik yang tidak diperlukan sebaiknya dimatikan, sementara steker dicabut apabila sudah tidak digunakan untuk mengurangi potensi bahaya.
Periksa Kabel dan Pastikan Kompor Mati
“Kami berharap masyarakat tidak menganggap remeh hal-hal kecil yang berpotensi menyebabkan kebakaran. Memeriksa kondisi kabel, mematikan kompor, dan memastikan peralatan listrik aman merupakan langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk mencegah musibah,” jelasnya.
Supriono menambahkan, kewaspadaan juga perlu ditingkatkan ketika rumah ditinggalkan dalam waktu cukup lama.
Masyarakat diharapkan memastikan sumber api telah padam dan aliran listrik pada peralatan yang tidak diperlukan telah diputus.
Pencegahan Membutuhkan Kesadaran Bersama
Ia menegaskan, upaya pencegahan membutuhkan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat. Kesadaran menjaga keselamatan lingkungan dapat membantu mengurangi risiko kebakaran, sekaligus meminimalkan potensi kerugian material maupun korban jiwa.
“Jangan menunggu sampai terjadi kebakaran baru kita menyadari pentingnya keselamatan. Kami mengajak seluruh masyarakat PPU untuk bersama-sama meningkatkan kewaspadaan dan melakukan pencegahan sejak dini,” pungkasnya.
DPKP PPU berharap masyarakat semakin peduli terhadap potensi bahaya kebakaran dan menerapkan kebiasaan aman dalam penggunaan listrik maupun sumber api di rumah.
Dengan langkah antisipasi yang tepat, risiko kebakaran di lingkungan permukiman diharapkan dapat ditekan.
(Mat/ADV)










