Pemkab Bulungan Resmi Hentikan WFH ASN, Pelayanan Publik Jadi Pertimbangan

- Redaksi

Senin, 20 Juli 2026 - 18:27 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Bupati Kabupaten Bulungan, Syarwani.

Foto: Bupati Kabupaten Bulungan, Syarwani.

Lintasjejaring.com, Tanjung Selor – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan, Kalimantan Utara, resmi menghentikan kebijakan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Pemkab mengambil keputusan tersebut untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat sekaligus memperkuat pengawasan terhadap kinerja pegawai.

Bupati Bulungan Syarwani mengatakan, penghentian WFH tertuang dalam Surat Edaran (SE) Bupati Bulungan Nomor 100.3.4.2/146/Org-II. Menurutnya, kehadiran ASN di kantor tetap penting untuk menjaga kelancaran pelayanan publik.

“Kita ingin mendorong dan memastikan supaya pelayanan publik itu benar-benar maksimal,” ujar Syarwani saat dikonfirmasi di Tanjung Selor, Selasa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemkab Bulungan menerbitkan kebijakan tersebut dengan mengacu pada SE Menteri Dalam Negeri Nomor 000.9.6.1/4412/SJ tentang Penyesuaian Pelaksanaan Transformasi Budaya Kerja ASN di lingkungan pemerintah daerah.

Baca Juga:  Sa'ga Soroti Masalah Data Pendatang, Minta Disdukcapil Bertindak

ASN Kembali Bekerja Penuh di Kantor

Melalui SE tersebut, Pemkab Bulungan menghentikan ketentuan tugas kedinasan dari tempat tinggal ASN yang sebelumnya tercantum dalam SE Bupati Bulungan Nomor 100.3.4.2/86/Org-II tertanggal 2 April 2026.

Selanjutnya, seluruh ASN di lingkungan Pemkab Bulungan wajib menjalankan tugas kedinasan secara penuh di kantor. Pegawai harus mengikuti ketentuan hari dan jam kerja yang berlaku.

Syarwani menegaskan keputusan tersebut bukan berarti pemerintah menganggap sistem WFH tidak mampu menghasilkan kinerja yang baik. Namun, pemerintah menilai kehadiran fisik memberikan ruang pengawasan dan koordinasi yang lebih langsung.

“Jadi saya tegaskan bukan berarti kita menganggap bahwa melalui WFH itu tidak bisa maksimal, tapi akan lebih maksimal mungkin kehadiran fisik yang sangat penting,” tegas Syarwani.

Pengawasan Kinerja ASN Diperketat

Selain pertimbangan pelayanan publik, Pemkab Bulungan juga mencermati laporan mengenai ASN yang berada di warung saat jam kerja. Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah karena dapat memunculkan persepsi negatif mengenai kedisiplinan aparatur.

Baca Juga:  DPRD Samarinda Soroti Minimnya Pemahaman Masyarakat soal SBMJ, Minta Sosialisasi Diperluas

Menurut Syarwani, pola kerja dari rumah membuat pemerintah lebih sulit melakukan pengawasan secara langsung. Padahal, Pemkab Bulungan memberikan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) kepada ASN berdasarkan kinerja.

“Setiap teman-teman di ASN kan kita juga berikan reward dalam setiap bulannya dalam bentuk pemberian tunjangan tambahan penghasilan. Tentu itu juga menjadi ukuran kinerja sehingga jika WFH agak sulit kita melakukan pengawasan secara langsung,” ungkapnya.

Karena itu, Pemkab Bulungan meminta kepala perangkat daerah memperkuat pengawasan terhadap pegawai. Pimpinan perangkat daerah juga harus memastikan ASN hadir sesuai jadwal kerja dan menjalankan tugas masing-masing.

Baca Juga:  Dorong Pembentukan UPTD Pemakaman, Aris Mulyanata Soroti Pengelolaan TPU di Samarind

Dengan penghentian WFH, Pemkab Bulungan berharap koordinasi antarpegawai semakin mudah. Pemerintah juga ingin memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan secara optimal, efektif, dan akuntabel.

Penulis : Yudistira

Editor : Red/ADV/Diskominfo Bulungan

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPRD dan Pemkab Bulungan Sahkan Enam Perda, Fokus Percepat Program dan Investasi
Tenguyun Fest 2026 Libatkan 30 UMKM, Syarwani Dorong Pelestarian Budaya Bulungan
Khawatirkan Kesehatan Masyarakat, Wagub Kaltim Bagikan Langsung 1.500 Masker
Pasokan Ayam Potong Bulungan Defisit 6.500 Ekor per Hari, Syarwani Dorong Desa Kembangkan Peternakan
Monev RSDSS Tanjung Selor, Kilat Cek Sarana Medis dan Kebutuhan Pelayanan
Pemkab Bulungan Salurkan 15.830 Bibit Sawit dan Kakao, Dorong Produktivitas Petani
Belanja Daerah Bulungan Naik Rp28,2 Miliar, Lima Prioritas Pembangunan Jadi Fokus
Pemkab Bulungan dan TNI-Polri Tanam 2.500 Pohon untuk Jaga Ekosistem

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 10:42 WITA

DPRD dan Pemkab Bulungan Sahkan Enam Perda, Fokus Percepat Program dan Investasi

Kamis, 17 September 2026 - 13:37 WITA

Khawatirkan Kesehatan Masyarakat, Wagub Kaltim Bagikan Langsung 1.500 Masker

Selasa, 15 September 2026 - 19:27 WITA

Pasokan Ayam Potong Bulungan Defisit 6.500 Ekor per Hari, Syarwani Dorong Desa Kembangkan Peternakan

Selasa, 15 September 2026 - 18:14 WITA

Monev RSDSS Tanjung Selor, Kilat Cek Sarana Medis dan Kebutuhan Pelayanan

Senin, 14 September 2026 - 18:46 WITA

Pemkab Bulungan Salurkan 15.830 Bibit Sawit dan Kakao, Dorong Produktivitas Petani

Berita Terbaru