Kelola Sampah dengan Controlled Landfill, PPU Siapkan TPST Skala Besar

- Redaksi

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:31 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ilustrasi sistem controlled landfill yang digunakan dalam pengelolaan sampah di tempat pemrosesan akhir. (Ist)

Foto: Ilustrasi sistem controlled landfill yang digunakan dalam pengelolaan sampah di tempat pemrosesan akhir. (Ist)

Lintasjejaring.com, Penajam – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menyiapkan pengembangan fasilitas pengolahan sampah terpadu untuk memperkuat sistem persampahan daerah. Rencana tersebut melengkapi pengelolaan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) yang saat ini menggunakan metode controlled landfill. Minggu (18/10/2026).

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) PPU menyebut, pembenahan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kemampuan operasional, kebutuhan infrastruktur, serta upaya mengurangi risiko pencemaran lingkungan.

Sekretaris DLH PPU, Syamsiah, menjelaskan bahwa terdapat beberapa metode pengelolaan sampah di TPA, yakni open dumping, controlled landfill, dan sanitary landfill. Ketiganya memiliki perbedaan dalam mekanisme penanganan, penataan, serta penutupan sampah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menegaskan, pembuangan sampah secara terbuka tanpa pengelolaan yang memadai berpotensi menimbulkan persoalan lingkungan, mulai dari pencemaran tanah hingga air dan udara.

“Kalau open dumping itu kan membuang sampah begitu saja tanpa dilakukan pengelolaan, itu sangat tidak dibolehkan karena mencemari lingkungan,” kata Syamsiah

Penutupan Sampah Dilakukan Berkala

Syamsiah menerangkan, *sanitary landfill* merupakan metode yang mengharuskan sampah ditata dan ditutup setiap hari dengan prosedur teknis tertentu. Namun, penerapannya membutuhkan fasilitas pendukung dan biaya operasional yang besar.

“Tetapi kan sanitary landfill itu, penerapannya memerlukan dukungan fasilitas dan biaya operasional yang tidak sedikit,” ungkapnya.

Dengan mempertimbangkan kondisi tersebut, TPA di Kabupaten PPU saat ini menerapkan metode *controlled landfill*. Dalam sistem ini, sampah ditata dan ditutup menggunakan tanah secara berkala untuk membantu mengendalikan dampak terhadap lingkungan.

“Saat ini kondisi di TPA kita menggunakan metode controlled landfill, di mana sampah ditutup dengan tanah secara berkala sekali seminggu. Metode ini resmi dibolehkan,” jelas Syamsiah.

Penerapan metode tersebut menjadi bagian dari upaya penataan operasional TPA. Meski demikian, pengelolaan sampah tetap memerlukan pembenahan berkelanjutan, termasuk pengurangan sampah yang masuk ke lokasi pemrosesan akhir.

Baca Juga:  Lahirkan Bakat-Bakat Pesepakbola Muda, Dispora Kaltim Ajak Seluruh Askot dan Askab Gelar Berbagai Kejuaraan
Baca Juga:  Awang Agus Dorong Pesta Laut Samboja Buka Peluang Pasar bagi Nelayan dan UMKM

TPST Skala Besar Disiapkan dengan Dukungan Pemerintah Pusat

Selain membenahi pengelolaan di TPA, DLH PPU menyampaikan adanya rencana pengembangan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) berskala besar.

Menurut Syamsiah, rencana pembangunan fasilitas tersebut mendapat dukungan anggaran dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Kehadiran TPST diharapkan memperkuat kapasitas pengolahan sampah sebelum residu dibawa ke TPA.

Pengembangan fasilitas terpadu juga berpotensi mendukung pengelolaan sampah yang lebih terstruktur, mulai dari pemilahan hingga pengolahan sesuai karakteristik sampah.

Namun, pelaksanaannya tetap membutuhkan kesiapan sarana dan prasarana, pengaturan operasional, serta sumber daya manusia yang mampu menjalankan sistem pengolahan secara berkelanjutan.

DLH PPU berharap rencana tersebut dapat menjadi bagian dari penguatan infrastruktur persampahan daerah sehingga penanganan sampah tidak hanya bertumpu pada pembuangan di TPA.

Pengurangan Sampah dari Rumah Tangga Tetap Diperlukan

Di samping pembenahan infrastruktur, pengurangan sampah dari sumbernya juga menjadi perhatian DLH PPU. Masyarakat didorong memilah sampah rumah tangga dan memanfaatkan fasilitas pengelolaan yang tersedia di lingkungan masing-masing.

Baca Juga:  Kepala Disdikbud Kukar Siapkan Rehabilitasi Bangunan SD 021 Tenggarong Pasca Kebakaran

Pemilahan sampah organik, anorganik, dan residu dapat membantu menentukan metode penanganan yang sesuai. Sampah yang masih memiliki nilai guna juga berpeluang dimanfaatkan kembali melalui kegiatan daur ulang maupun pengolahan lainnya.

Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi volume sampah yang harus diangkut menuju TPA sekaligus mendukung peningkatan kualitas pengelolaan lingkungan.

Upaya pembenahan sistem persampahan juga menjadi bagian dari persiapan PPU menghadapi penilaian Adipura 2026. DLH berharap perbaikan di tingkat TPA, pengembangan fasilitas pengolahan, dan keterlibatan masyarakat dapat berjalan beriringan.

Dengan pengelolaan yang lebih terarah, pemerintah daerah menargetkan penanganan sampah yang semakin efektif serta mampu menekan risiko pencemaran lingkungan di Kabupaten Penajam Paser Utara.

(Mat/ADV)

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

MoU Dinkes dan Disdukcapil Kukar Mudahkan Layanan Administrasi Bayi Baru Lahir, Cangkup KK hingga Akta Kelahiran
Kepala Dinskes Dorong Dokter Gigi di Puskesmas Perluas Edukasi Kesehatan ke Masyarakat
Peringatan Hari Santri 2026, Sunggono Dukung Pendidikan 2.197 Santri Lewat Penyaluran Beasiswa
Akhmad Taufik Ingatkan Alumni PMII Kukar Tetap Kritis dan Konstruktif
Sekda Kukar Sunggono Dorong Penguatan Tata Kelola Perusahaan Daerah dan Koperasi
Pemkab Kukar Siapkan Aset di Bukit Biru untuk Pembangunan Gudang Bulog 2027
Distanak Kukar Siapkan Transfer Pengetahuan Pertanian untuk Warga Binaan SAE Pastarung
Pemkab Kukar Dorong Pelaku Usaha Gunakan BBM Nonsubsidi untuk Dukung Kebutuhan Masyarakat

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 23:40 WITA

MoU Dinkes dan Disdukcapil Kukar Mudahkan Layanan Administrasi Bayi Baru Lahir, Cangkup KK hingga Akta Kelahiran

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:30 WITA

Kepala Dinskes Dorong Dokter Gigi di Puskesmas Perluas Edukasi Kesehatan ke Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:25 WITA

Peringatan Hari Santri 2026, Sunggono Dukung Pendidikan 2.197 Santri Lewat Penyaluran Beasiswa

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:55 WITA

Akhmad Taufik Ingatkan Alumni PMII Kukar Tetap Kritis dan Konstruktif

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:50 WITA

Sekda Kukar Sunggono Dorong Penguatan Tata Kelola Perusahaan Daerah dan Koperasi

Berita Terbaru