Lintasjejaring.com, Kutai Kartanegara – Minimnya pengalaman kerja masih menjadi tantangan bagi lulusan baru saat mencari pekerjaan. Kamis (15/10/2026).
Karena itu, Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mendorong perluasan Program Magang Nasional Batch 3 agar semakin banyak pencari kerja lokal memperoleh pengalaman profesional sebelum memasuki dunia kerja.
Kepala Distransnaker Kukar, Dendy Irwan Fahriza, mengatakan pengalaman menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi peluang pencari kerja ketika melamar pekerjaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Program magang diharapkan membantu lulusan baru mengenal lingkungan profesional dan mengembangkan keterampilan sesuai bidang yang dipelajari.
“Ketika mengikuti job fair, banyak tenaga kerja lokal yang tidak dipanggil untuk tahapan wawancara karena belum memiliki pengalaman. Program magang ini bisa menjadi jembatan sebelum mereka benar-benar masuk ke dunia kerja,” ujar Dendy.
Melalui program tersebut, peserta akan menjalani pembelajaran langsung di tempat kerja selama enam bulan. Selama masa magang, peserta mendapatkan pendampingan mentor dari perusahaan untuk mempelajari pekerjaan dan memahami kebutuhan dunia usaha.
“Program magang ini memberikan kesempatan kepada perusahaan untuk mengenali calon tenaga kerja. Sementara itu, peserta bisa mendapatkan pengalaman profesional dan mempelajari pekerjaan secara langsung selama enam bulan dengan pendampingan mentor dari perusahaan,” jelasnya.
Bidang yang dapat dipelajari peserta cukup beragam, mulai dari desain grafis dan pembuatan konten hingga penyusunan dokumen hukum.
Keragaman bidang tersebut diharapkan memberi kesempatan kepada lulusan baru untuk memperoleh pengalaman yang relevan dengan kompetensi masing-masing.
Distransnaker Kukar kini mempersiapkan pelaksanaan Batch 3 dengan memperluas keterlibatan perusahaan. Dendy menyebut, pada Batch 2 baru ada lima instansi atau perusahaan yang terlibat dengan sekitar 20 jabatan.
“Karena itu, pada Batch 3 kami berupaya memperluas keterlibatan perusahaan,” katanya.
Untuk memperluas kesempatan tersebut, Distransnaker telah menyurati 220 perusahaan melalui surat Sekda Kukar serta berkoordinasi dengan sejumlah OPD.
Pemetaan perusahaan juga dilakukan berdasarkan data Wajib Lapor Ketenagakerjaan Perusahaan (WLKP) sebagai salah satu persyaratan program.
Dendy menekankan bahwa masa magang sebaiknya dimanfaatkan peserta untuk menunjukkan kedisiplinan, sikap profesional, dan kinerja yang baik.
“Ini pintu awal untuk masuk ke dunia kerja. Walaupun statusnya masih magang, tunjukkan dedikasi selama enam bulan. Kalau disiplin, sikap, dan kinerjanya bagus, tentu ada peluang perusahaan merekrut.” terangnya.
Meski demikian, perekrutan setelah program selesai tetap bergantung pada kebutuhan perusahaan dan penilaian terhadap peserta.
Dengan memperluas partisipasi perusahaan, Distransnaker berharap program ini menjadi salah satu jalur bagi lulusan baru untuk membangun pengalaman dan meningkatkan kesiapan memasuki dunia kerja.
(ADV/Diskominfo Kukar)










