Pemkab Bulungan Terbitkan SE Program KEJAR, Dorong Pelajar Miliki Rekening Sejak Dini

- Redaksi

Kamis, 9 Juli 2026 - 17:46 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Bupati Kabupaten Bulungan, Syarwani.

Foto: Bupati Kabupaten Bulungan, Syarwani.

Lintasjejaring.com, Tanjung Selor – Pemerintah Kabupaten Bulungan menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 500/163/EK.TU tentang Implementasi Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR). Kebijakan ini menjadi langkah Pemkab Bulungan untuk memperkuat literasi dan inklusi keuangan sejak usia dini. Kamis (09/07/2026).

Melalui kebijakan tersebut, Bupati Bulungan Syarwani mendorong seluruh peserta didik mulai jenjang PAUD/TK/RA, SD/MI hingga SMP/MTs memiliki rekening tabungan di lembaga perbankan.

Penerbitan surat edaran itu juga menindaklanjuti Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 114 Tahun 2020 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif. Selain itu, Pemkab Bulungan mengacu pada SE Gubernur Kaltara Nomor 400.3.3/2431/DISDIKBUD/GUB tentang implementasi Program KEJAR.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pelaksanaannya akan dikoordinasikan melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Bulungan,” kata Syarwani.

Bangun Kebiasaan Menabung Sejak Dini

Syarwani mengatakan Program KEJAR menjadi langkah strategis untuk membangun budaya menabung. Di sisi lain, program tersebut mengenalkan layanan keuangan formal kepada anak-anak sejak usia sekolah.

“Program satu rekening satu pelajar bertujuan menanamkan nilai-nilai karakter gemar menabung sejak dini melalui lembaga keuangan formal. Ini menjadi bagian penting dalam membangun generasi yang cerdas dan bijak dalam mengelola keuangan,” ungkapnya.

Karena itu, Pemkab Bulungan berkomitmen mendukung pelaksanaan program pada seluruh jenjang pendidikan yang menjadi sasaran. Rekening tabungan nantinya dapat menjadi sarana bagi peserta didik untuk belajar mengelola uang secara bertanggung jawab.

“Kami ingin seluruh pelajar memiliki akses terhadap layanan perbankan sehingga mereka terbiasa menyimpan uang di lembaga yang aman dan terpercaya sejak usia sekolah,” katanya.

Libatkan Orang Tua dan Masyarakat

Selain sekolah dan pemerintah, Syarwani juga mengajak orang tua serta masyarakat mengambil peran dalam menyukseskan Program KEJAR. Menurutnya, keluarga memiliki posisi penting dalam membentuk kebiasaan keuangan anak.

Baca Juga:  Era Baru Pendataan Koperasi, Diskop UKM Kutim Andalkan Aplikasi SIGAP
Baca Juga:  Ahmad Rifai Minta Pemkab Berau Dan Diskan Bera Tegas Tangani Ilegal Fishing, Ajak Kerjasama dengan LSM

Dengan demikian, edukasi mengenai manfaat menabung tidak berhenti di lingkungan sekolah. Orang tua juga dapat mengarahkan anak untuk menyimpan uang secara rutin melalui rekening yang mereka miliki.

“Keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada sekolah atau pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan keluarga dan masyarakat agar budaya menabung benar-benar menjadi kebiasaan sehari-hari,” ungkapnya.

Perkuat Literasi dan Inklusi Keuangan

Selanjutnya, Syarwani menjelaskan bahwa implementasi Program KEJAR turut mendukung upaya memperluas literasi dan inklusi keuangan di Bulungan. Semakin dini anak mengenal layanan keuangan formal, semakin besar pula kesempatan mereka memahami cara mengelola keuangan secara bijak.

Program tersebut juga mendorong sinergi antara pemerintah daerah, satuan pendidikan, perbankan, keluarga, dan masyarakat. Melalui kerja sama itu, Pemkab Bulungan ingin memperluas akses layanan keuangan hingga ke lingkungan pendidikan.

“Program ini menjadi salah satu langkah nyata dalam mendukung Strategi Nasional Keuangan Inklusif sekaligus memperkuat peran daerah dalam meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal,” jelasnya.

Selanjutnya, Pemkab Bulungan akan memperkuat koordinasi dengan satuan pendidikan dan sektor perbankan. Langkah tersebut diharapkan dapat mempermudah peserta didik dalam memperoleh rekening tabungan sekaligus mengenal layanan keuangan secara aman.

Baca Juga:  HMPS BKI UINSI Samarinda Gelar Seminar Disabilitas, Gandeng PMII Rayon Dakwah dan Hadirkan Pakar

Syarwani optimistis sinergi tersebut mampu membentuk generasi yang tidak hanya gemar menabung, tetapi juga memahami pengelolaan keuangan. Dengan begitu, kebiasaan positif tersebut dapat tumbuh sejak anak-anak hingga mereka memasuki usia dewasa.

“Harapan kami, setiap anak di Bulungan memiliki rekening tabungan dan menjadikan menabung sebagai kebiasaan sejak dini. Dengan begitu, mereka akan tumbuh menjadi generasi yang lebih mandiri, bertanggung jawab, dan siap menghadapi tantangan ekonomi di masa depan,” pungkasnya.

Penulis : Yudistira

Editor : Red/ADV/Diskominfo Bulungan

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPRD dan Pemkab Bulungan Sahkan Enam Perda, Fokus Percepat Program dan Investasi
Tenguyun Fest 2026 Libatkan 30 UMKM, Syarwani Dorong Pelestarian Budaya Bulungan
Khawatirkan Kesehatan Masyarakat, Wagub Kaltim Bagikan Langsung 1.500 Masker
Pasokan Ayam Potong Bulungan Defisit 6.500 Ekor per Hari, Syarwani Dorong Desa Kembangkan Peternakan
Monev RSDSS Tanjung Selor, Kilat Cek Sarana Medis dan Kebutuhan Pelayanan
Pemkab Bulungan Salurkan 15.830 Bibit Sawit dan Kakao, Dorong Produktivitas Petani
Belanja Daerah Bulungan Naik Rp28,2 Miliar, Lima Prioritas Pembangunan Jadi Fokus
Pemkab Bulungan dan TNI-Polri Tanam 2.500 Pohon untuk Jaga Ekosistem

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 10:42 WITA

DPRD dan Pemkab Bulungan Sahkan Enam Perda, Fokus Percepat Program dan Investasi

Kamis, 17 September 2026 - 13:37 WITA

Khawatirkan Kesehatan Masyarakat, Wagub Kaltim Bagikan Langsung 1.500 Masker

Selasa, 15 September 2026 - 19:27 WITA

Pasokan Ayam Potong Bulungan Defisit 6.500 Ekor per Hari, Syarwani Dorong Desa Kembangkan Peternakan

Selasa, 15 September 2026 - 18:14 WITA

Monev RSDSS Tanjung Selor, Kilat Cek Sarana Medis dan Kebutuhan Pelayanan

Senin, 14 September 2026 - 18:46 WITA

Pemkab Bulungan Salurkan 15.830 Bibit Sawit dan Kakao, Dorong Produktivitas Petani

Berita Terbaru