Lintasjejaring.com, Samarinda – Komisi IV DPRD Kota Samarinda dorong proses pembelajaran dari berbagai lini, salah satunya pembelajaran mengensi legislatif di DRPD Kota Samarinda. Jumat (02/10/2026).
Hal tersebut turut menjadi perhatian DPRD Kota Samarinda yang membuka ruang bagi pelajar untuk datang dan mengenal secara langsung aktivitas di lingkungan lembaga legislatif.
Melalui kunjungan tersebut, siswa dapat memperoleh gambaran mengenai bagaimana lembaga perwakilan rakyat menjalankan tugasnya, sekaligus memahami proses politik dan pembahasan berbagai persoalan yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Anggota DPRD Samarinda, Ismail Latisi, mengatakan pembelajaran dapat dilakukan secara fleksibel. Pelajar dapat berkunjung langsung ke gedung DPRD untuk berdiskusi maupun mengikuti penjelasan mengenai fungsi lembaga legislatif.
Tidak hanya menerima kunjungan, anggota DPRD juga membuka kesempatan untuk hadir ke sekolah apabila mendapatkan undangan dari pihak pendidikan.
“Siswa bisa langsung dibawa ke sini (ke DPRD Samarinda) untuk belajar dan mendapatkan pengalaman langsung, atau teman-teman dewan diundang ke sekolah untuk menyampaikan materi. Kami juga siap,” katanya.
Menurut Ismail, pertemuan langsung antara siswa dan anggota DPRD dapat memberikan pemahaman yang lebih konkret mengenai keberadaan lembaga legislatif.
Pelajar tidak hanya mengetahui fungsi DPRD melalui buku pelajaran, tetapi juga memiliki kesempatan untuk berdialog dengan orang-orang yang menjalankan fungsi tersebut.
Interaksi tersebut juga dapat dimanfaatkan siswa untuk mengajukan pertanyaan dan menyampaikan pandangan mengenai berbagai persoalan di tengah masyarakat. Dengan demikian, proses pembelajaran dapat berlangsung dua arah dan memberi pengalaman bagi pelajar dalam memahami praktik demokrasi.
“Gak cuma belajar ya, siswa juga bisa menyampaikan pandangan, persoalan atau keluh kesah di masyarakat. Jadi bisa sekakian sharing dengan kita, ” Ujarnya.
Selain memperkenalkan fungsi DPRD, ruang interaksi tersebut diharapkan mampu menjadi sarana untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Diskusi mengenai kepentingan masyarakat, pengambilan keputusan, hingga peran pemimpin dapat menjadi contoh nyata penerapan nilai kebangsaan.
Ismail berharap pendekatan pembelajaran melalui pengalaman langsung dapat membantu membentuk generasi muda yang tidak hanya memahami Pancasila secara teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan bermasyarakat.
“Harapannya, anak-anak memiliki jiwa Pancasilais dan mampu menjadi pemimpin yang adil serta berlandaskan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
(Abi/ADV/DPRD Samarinda)










