Lintasjejaring.com, Penajam — Pendidikan agama tidak hanya berlangsung melalui pembelajaran di dalam kelas. Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) melihat kegiatan Pentas Pendidikan Agama Islam (PAI) sebagai ruang bagi siswa untuk belajar berani, jujur, percaya diri sekaligus memahami nilai-nilai keagamaan. Selasa (29/09/2026).
Pandangan itu disampaikan Wakil Bupati PPU Abdul Waris Muin saat membuka Pentas PAI tingkat SD se-Kecamatan Penajam Tahun 2026 di SDIT Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari.
Kegiatan tersebut mempertemukan siswa sekolah dasar dalam berbagai aktivitas keagamaan. Selain menjadi ajang kompetisi, Pentas PAI memberikan kesempatan kepada peserta untuk menunjukkan kemampuan sekaligus merasakan pengalaman tampil di hadapan orang lain.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, saya sangat menyambut baik serta mendukung diselenggarakannya kegiatan Pentas Pendidikan Agama Islam tingkat sekolah dasar se-Kecamatan Penajam,” ujar Abdul Waris.
Bukan Sekadar Mengejar Juara
Abdul Waris menegaskan, nilai utama Pentas PAI tidak terletak pada siapa yang membawa pulang gelar juara. Menurutnya, keberanian siswa tampil dan mengikuti proses perlombaan justru menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter.
“Pentas PAI ini bukan hanya ajang perlombaan untuk meraih juara, melainkan wadah yang sangat strategis dalam membina karakter, mengasah potensi, serta menanamkan nilai keagamaan sejak dini,” katanya.
Karena itu, ia meminta siswa mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh semangat. Setiap pengalaman yang mereka dapatkan dapat menjadi bekal untuk menghadapi tantangan di lingkungan sekolah maupun kehidupan sehari-hari.
“Menang atau kalah dalam sebuah kompetisi adalah hal yang biasa. Namun, keberanian untuk tampil, kejujuran dan semangat belajar adalah kemenangan yang sesungguhnya,” ucapnya.
Pesan tersebut sekaligus menempatkan kompetisi sebagai bagian dari proses belajar. Siswa dapat mengembangkan kemampuan, membangun rasa percaya diri dan belajar menghargai peserta lain.
Abdul Waris juga menyoroti tantangan pendidikan anak di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat. Menurutnya, kemampuan akademik perlu berjalan beriringan dengan pemahaman agama dan pembentukan akhlak.
Ia menilai pendidikan agama dapat menjadi fondasi bagi anak untuk menentukan sikap ketika menghadapi berbagai perubahan di lingkungan sekitarnya.
Pemahaman mengenai ibadah, doa, hafalan surat pendek dan nilai-nilai keagamaan, kata dia, perlu menjadi kebiasaan yang tumbuh sejak usia sekolah dasar.
Namun, proses tersebut membutuhkan pendampingan secara konsisten. Sekolah dan keluarga harus mengambil peran bersama agar pendidikan karakter tidak berhenti sebagai materi pembelajaran.
Guru dan Orang Tua Jadi Kunci
Selain memberikan apresiasi kepada para siswa, Abdul Waris juga mengapresiasi guru dan orang tua yang mendampingi proses pendidikan anak.
Ia meminta para guru, khususnya guru pendidikan agama, terus memberikan bimbingan dan keteladanan kepada peserta didik.
“Guru dan orang tua memiliki peran yang sangat penting dalam membimbing anak-anak. Pendidikan agama yang diberikan sejak dini menjadi bekal bagi mereka dalam menghadapi perkembangan zaman,” jelas Abdul Waris.
Menurutnya, karakter tidak terbentuk dalam waktu singkat. Anak membutuhkan pembiasaan dan contoh nyata yang mereka lihat setiap hari, baik di rumah maupun di sekolah.
Karena itu, kolaborasi antara guru dan orang tua menjadi bagian penting untuk membangun kebiasaan positif sejak dini.
Pemerintah Kabupaten PPU berharap kegiatan pendidikan agama seperti Pentas PAI dapat terus berlangsung dan berkembang. Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga diharapkan semakin kuat, termasuk dalam penyelenggaraan kegiatan tingkat kabupaten maupun agenda serupa pada tahun-tahun berikutnya.
“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan dan mendapatkan dukungan yang semakin baik, sehingga pendidikan agama Islam di Kabupaten Penajam Paser Utara dapat terus berkembang,” pungkasnya.
Pentas PAI tingkat SD se-Kecamatan Penajam Tahun 2026 pun resmi dimulai. Pemerintah berharap kegiatan tersebut tidak hanya menghasilkan siswa berprestasi dalam perlombaan, tetapi juga ikut membentuk generasi PPU yang memiliki kepercayaan diri, nilai keagamaan dan akhlak yang baik.
(Mat/ADV)










