Dinsos PPU Tekankan Peran Keluarga dalam Penanganan ODGJ, Pengobatan Harus Berkelanjutan

- Redaksi

Senin, 19 Oktober 2026 - 20:45 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Kepala Dinas Sosial (Dinsos) PPU, Ainie.

Foto: Kepala Dinas Sosial (Dinsos) PPU, Ainie.

Lintasjejaring.com, Penajam – Pendampingan keluarga menjadi salah satu faktor penting dalam penanganan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur. Selain membantu proses pemeriksaan dan rujukan medis, keluarga diharapkan memastikan pasien menjalani pengobatan sesuai anjuran tenaga kesehatan untuk mengurangi risiko kekambuhan. Senin (19/10/2026).

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) PPU, Ainie, mengatakan pihaknya menangani laporan ODGJ melalui koordinasi dengan keluarga dan fasilitas kesehatan. Apabila kondisi warga membutuhkan perawatan lebih lanjut, Dinsos membantu proses pendampingan hingga rujukan ke rumah sakit jiwa.

Meski belum menerima laporan baru terkait ODGJ sepanjang Oktober 2026, Dinsos tetap menyiapkan mekanisme penanganan bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Bulan ini memang belum ada laporan baru. Namun, kalau ada laporan, tetap kami tindak lanjuti dengan menghubungi keluarga untuk mengetahui asal-usul dan kondisi warga yang bersangkutan,” ujar Ainie.

Pengobatan Terputus Berisiko Memicu Kekambuhan

Ainie menyoroti pentingnya keberlanjutan pengobatan bagi pasien ODGJ. Berdasarkan pengamatannya dalam penanganan kasus, pasien yang tidak rutin mengonsumsi obat berisiko mengalami kekambuhan.

Baca Juga:  Kepala DPMD Kukar, Arianto Awasi Pelaksanaan Program Stunting hingga Tingkat Desa

Kondisi tersebut membuat dukungan keluarga diperlukan, terutama untuk membantu pasien mengikuti anjuran pengobatan dan menjalani pemeriksaan sesuai kebutuhan.

“Kalau konsumsi obat terputus, pasien bisa kambuh lagi. Karena itu, pengobatan perlu dijaga dan keluarga punya peran penting dalam mendampingi pasien,” katanya.

Menurutnya, penanganan ODGJ tidak berhenti ketika pasien selesai menjalani pemeriksaan atau mendapatkan perawatan di fasilitas kesehatan. Pendampingan setelahnya juga diperlukan agar pasien memperoleh dukungan yang sesuai dengan kondisi masing-masing.

Baca Juga:  Diskominfo Berau Usulkan Penggunaan Starlink Di Wilayah Blankspot

Dinsos Koordinasikan Pemeriksaan hingga Rujukan

Dalam menangani laporan yang masuk, Dinsos PPU terlebih dahulu berkoordinasi dengan keluarga untuk mengetahui kondisi warga yang membutuhkan pertolongan.

Jika diperlukan pemeriksaan medis, petugas akan mendampingi pasien menuju rumah sakit. Selanjutnya, tenaga kesehatan melakukan penilaian untuk menentukan bentuk perawatan yang dibutuhkan.

“Kalau memang membutuhkan perawatan, biasanya kami mendampingi dan membawanya ke rumah sakit supaya bisa diperiksa lebih lanjut,” jelas Ainie.

Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan pasien membutuhkan penanganan lanjutan, Dinsos akan membantu memfasilitasi rujukan ke rumah sakit jiwa di Samarinda.

Sebaliknya, jika pasien tidak memerlukan rujukan, penanganan dilanjutkan berdasarkan kebutuhan medis dan rekomendasi tenaga kesehatan, termasuk terkait pengobatan serta pendampingan keluarga.

Dalam mekanisme tersebut, Dinsos berperan pada aspek pendampingan sosial dan koordinasi. Sementara keputusan mengenai perawatan, penggunaan obat, serta kebutuhan rujukan tetap mengacu pada penilaian tenaga kesehatan.

Baca Juga:  PPU Torehkan Prestasi di JMSI Kaltim Award 2024, Muhajir Jadi Inovator Transparansi Anggaran

Masyarakat Diminta Melaporkan Warga yang Membutuhkan Bantuan

Dinsos PPU memastikan laporan mengenai warga yang membutuhkan penanganan sosial, termasuk ODGJ, tetap menjadi perhatian. Informasi dari masyarakat dapat membantu petugas melakukan koordinasi dengan keluarga dan menentukan langkah pendampingan yang diperlukan.

Ainie mengimbau masyarakat agar tidak membiarkan warga yang membutuhkan pertolongan tanpa penanganan. Pelaporan kepada instansi terkait menjadi langkah awal agar kebutuhan sosial maupun medis dapat ditindaklanjuti sesuai kondisi di lapangan.

Ia menegaskan, penanganan setiap warga dilakukan berdasarkan kebutuhan masing-masing, dengan melibatkan keluarga dan fasilitas kesehatan apabila diperlukan.

(Mat/ADV PPU)

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Kukar Minta Pejabat Baru Hadirkan Inovasi untuk Dukung Kukar Idaman Terbaik
Kukar Siapkan Permohonan Alokasi Gas untuk Dukung Nelayan dan Kawasan Industri Marangkayu
ASN Kukar Didorong Penuhi 20 Jam Pelajaran per Tahun untuk Pengembangan Kompetensi
MoU Dinkes dan Disdukcapil Kukar Mudahkan Layanan Administrasi Bayi Baru Lahir, Cangkup KK hingga Akta Kelahiran
Kepala Dinskes Dorong Dokter Gigi di Puskesmas Perluas Edukasi Kesehatan ke Masyarakat
Peringatan Hari Santri 2026, Sunggono Dukung Pendidikan 2.197 Santri Lewat Penyaluran Beasiswa
Akhmad Taufik Ingatkan Alumni PMII Kukar Tetap Kritis dan Konstruktif
Sekda Kukar Sunggono Dorong Penguatan Tata Kelola Perusahaan Daerah dan Koperasi

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:00 WITA

Bupati Kukar Minta Pejabat Baru Hadirkan Inovasi untuk Dukung Kukar Idaman Terbaik

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:35 WITA

Kukar Siapkan Permohonan Alokasi Gas untuk Dukung Nelayan dan Kawasan Industri Marangkayu

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:00 WITA

ASN Kukar Didorong Penuhi 20 Jam Pelajaran per Tahun untuk Pengembangan Kompetensi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 23:40 WITA

MoU Dinkes dan Disdukcapil Kukar Mudahkan Layanan Administrasi Bayi Baru Lahir, Cangkup KK hingga Akta Kelahiran

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:30 WITA

Kepala Dinskes Dorong Dokter Gigi di Puskesmas Perluas Edukasi Kesehatan ke Masyarakat

Berita Terbaru