Tumpuan Ekonomi Baru PPU, Sango-Sango Jadi Komoditi Yang Terus Berkembang

- Redaksi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 16:03 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Kepala Dinas Perikanan PPU Andi Trasodiharto.

Foto: Kepala Dinas Perikanan PPU Andi Trasodiharto.

Lintasjejaring.com, Penajam – Rumput laut jenis Gracilaria atau yang dikenal masyarakat Penajam Paser Utara (PPU) sebagai sango-sango mulai naik kelas. Komoditas yang sebelumnya hanya dianggap sebagai hasil sampingan tambak kini berkembang menjadi salah satu sumber pendapatan masyarakat di Desa Babulu Laut. Jumat (02/10/2026).

Produksinya pun tidak kecil. Dinas Perikanan PPU mencatat budidaya sango-sango di wilayah tersebut mencapai sekitar 9.000 ton per tahun.

Kepala Dinas Perikanan PPU Andi Trasodiharto mengatakan perubahan itu terlihat dari semakin banyaknya tambak masyarakat yang kini dimanfaatkan untuk budidaya rumput laut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dulu tambak kita lebih banyak dipenuhi bandeng dan udang. Sango-sango ini hanya hasil sampingan. Sekarang hampir semua tambak di Babulu Laut sudah ditanami rumput laut,” kata Andi,

Perkembangan tersebut membuat sango-sango tidak lagi sekadar komoditas pelengkap. Bagi masyarakat pembudidaya, rumput laut mulai menjadi sumber pemasukan yang dapat dipanen secara berkala.

Libatkan Lebih dari 300 Pembudidaya

Besarnya produksi rumput laut di Babulu Laut juga tidak lepas dari keterlibatan kelompok pembudidaya.

Saat ini terdapat 35 kelompok yang mengembangkan sango-sango. Setiap kelompok rata-rata beranggotakan sekitar 10 orang sehingga lebih dari 300 masyarakat terlibat dalam aktivitas budidaya tersebut.

“Kelompoknya ada 35. Kalau rata-rata satu kelompok sekitar 10 orang, berarti sudah lebih dari 300 orang yang terlibat,” ujar Andi.

Menurutnya, pola panen yang relatif cepat menjadi salah satu alasan masyarakat semakin tertarik mengembangkan rumput laut.

“Ini cukup menarik bagi masyarakat karena dalam satu bulan bisa panen dua kali. Kalau dua bulan, bisa tiga kali panen,” jelasnya.

Dengan siklus panen tersebut, aktivitas budidaya turut menggerakkan perputaran ekonomi masyarakat di kawasan pesisir Babulu Laut.

“Jadi perputaran ekonominya juga menjadi lebih cepat di masyarakat,” katanya.

Harga Masih Jadi Tantangan

Meski produksi mencapai ribuan ton per tahun, pemerintah daerah melihat masih ada ruang untuk meningkatkan nilai ekonomi sango-sango.

Baca Juga:  Job Fair Samarinda Serap Ribuan Pencari Kerja, Wawali Dan DPRD Dorong Anak Muda Tak Pilih-Pilih Pekerjaan

Saat ini sebagian besar hasil panen masih dijual dalam bentuk kering. Hasil tersebut dipasarkan ke sejumlah daerah, termasuk Sulawesi dan Surabaya.

Harga di tingkat pembudidaya berada di kisaran Rp2.900 per kilogram.

“Sekarang harganya sekitar Rp2.900 per kilo. Karena produksinya dalam jumlah tonase, hasilnya cukup besar kalau dikelola dengan baik,” ujar Andi.

Namun, pemerintah menilai nilai jual tersebut masih bisa ditingkatkan apabila kualitas penanganan setelah panen diperbaiki.

“Yang kita pikirkan sekarang bagaimana pascapanennya bisa lebih baik. Kalau kualitasnya bagus, tentu nilai jualnya juga bisa naik,” katanya.

Didorong Masuk Tahap Pengolahan

Karena itu, Dinas Perikanan PPU mulai menyiapkan langkah agar sango-sango tidak selamanya dijual sebagai bahan mentah.

Baca Juga:  Wabup PPU Hadiri Buka Puasa Bersama Polres dan Apresiasi Kepedulian Sosial

Salah satu gagasan yang disiapkan adalah mengembangkan pengolahan rumput laut hingga menjadi tepung. Dengan begitu, masyarakat tidak hanya memperoleh pendapatan dari kegiatan budidaya, tetapi juga dari proses pengolahan.

“Kami inginnya setelah dipanen, penanganan pascapanennya bagus, kemudian bisa diolah menjadi tepung,” ungkap Andi.

Menurutnya, produk olahan memiliki peluang memberikan nilai ekonomi yang lebih tinggi dibandingkan rumput laut yang langsung dijual dalam bentuk kering.

“Kalau sudah diolah menjadi tepung, tentu harganya bisa lebih baik dan lebih mahal,” ujarnya.

Siapkan Demplot Bersama Unmul

Untuk meningkatkan kualitas budidaya, pemerintah daerah juga berencana membuat lahan percontohan atau demplot di kawasan tambak masyarakat Babulu Laut.

Demplot tersebut akan menjadi lokasi untuk menguji pola budidaya sekaligus melihat cara meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen.

“Kita akan coba buat demplot di lahan masyarakat yang ada di Babulu Laut,” kata Andi.

Dalam program tersebut, Dinas Perikanan PPU berencana menggandeng Universitas Mulawarman untuk melakukan kajian.

“Nanti kita kerja sama dengan pemerintah daerah dan Universitas Mulawarman untuk melakukan kajian,” ujarnya.

Kajian itu akan mencakup penggunaan bibit, pola budidaya, pemanenan hingga penanganan pascapanen.

Baca Juga:  Kilat Buka Konferda GKII Kayan Hilir, Dorong Gereja Perkuat Pelayanan dan Peran Sosial

Bisa Dikembangkan Bersama Udang dan Bandeng

Potensi sango-sango juga dinilai masih bisa diperluas ke wilayah lain, seperti Kecamatan Waru dan Penajam.

Salah satu keunggulan komoditas ini adalah dapat dibudidayakan bersama komoditas tambak lainnya melalui pola polikultur.

“Rumput laut ini bisa ditebar bersamaan dengan udang dan bandeng,” jelas Andi.

Artinya, satu kawasan tambak tidak harus hanya menghasilkan satu komoditas. Selain bandeng dan udang, pembudidaya bisa memperoleh hasil tambahan dari rumput laut.

“Jadi rumput laut ini bisa menjadi produk yang ikut dikembangkan oleh pembudidaya kita,” pungkasnya.

Dengan produksi sekitar 9.000 ton per tahun dan melibatkan lebih dari 300 pembudidaya, sango-sango kini memiliki posisi penting dalam ekonomi masyarakat pesisir PPU.

(Mat/ADV)

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Disdikbud Kukar Tekankan Kualitas Guru dalam Penguatan Pendidikan Sejak PAUD
Distransnaker Kukar Sebut Magang Nasional Jadi Jembatan Lulusan Baru ke Dunia Kerja
Melalui Disbun Kukar, Korban Kebakaran Melayu dan Loa Ipuh Terima Bantuan CSR Rp150 Juta
Dispora Kukar Atur Akomodasi dan Transportasi Kontingen Porprov 2026
Dispora Kukar Atur Jadwal Latihan Atlet ASN Bersama BKPSDM Jelang Porprov Korpri Kaltim
Bupati Aulia Sebut Bankaltimtara Berperan Besar dalam Pembangunan Kukar
Disdikbud Kukar Perpanjang Pendataan Siswa Korban Kebakaran di Kelurahan Melayu
Kendaraan Rusak Milik Pemkab Kukar Berpeluang Diperbaiki Sebelum Dilelang

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:15 WITA

Disdikbud Kukar Tekankan Kualitas Guru dalam Penguatan Pendidikan Sejak PAUD

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:04 WITA

Distransnaker Kukar Sebut Magang Nasional Jadi Jembatan Lulusan Baru ke Dunia Kerja

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:01 WITA

Melalui Disbun Kukar, Korban Kebakaran Melayu dan Loa Ipuh Terima Bantuan CSR Rp150 Juta

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:15 WITA

Dispora Kukar Atur Akomodasi dan Transportasi Kontingen Porprov 2026

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:55 WITA

Dispora Kukar Atur Jadwal Latihan Atlet ASN Bersama BKPSDM Jelang Porprov Korpri Kaltim

Berita Terbaru