Lintasjejaring.com, Penajam – Pengembangan Bandara Internasional Nusantara di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, tidak hanya dipandang sebagai proyek konektivitas menuju Ibu Kota Nusantara (IKN). Pemerintah Kabupaten PPU melihatnya sebagai pintu baru untuk memperluas kesempatan kerja sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat lokal. Senin (05/10/2026).
Karena itu, Pemkab PPU mulai menyiapkan sumber daya manusia (SDM) daerah agar warga setempat memiliki kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan industri penerbangan ketika aktivitas bandara semakin berkembang.
Bupati PPU Mudyat Noor mengatakan, peluang tersebut harus dipersiapkan sejak sekarang. Pemerintah daerah tidak ingin masyarakat lokal hanya menjadi penonton ketika aktivitas penerbangan dan sektor ekonomi di sekitar bandara meningkat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Bandara Internasional Nusantara ke depan akan membuka peluang kerja bagi warga lokal, khususnya bidang penerbangan,” kata Mudyat Noor.
Untuk memperkuat persiapan tersebut, Pemkab PPU menjalin kerja sama dengan Politeknik Penerbangan Surabaya. Kerja sama itu diarahkan untuk meningkatkan kompetensi putra-putri daerah, terutama agar mampu mengisi kebutuhan tenaga nonteknis di lingkungan bandara maupun sektor pendukung penerbangan.
Langkah ini menjadi penting karena perkembangan bandara diperkirakan tidak hanya menciptakan pekerjaan yang berkaitan langsung dengan penerbangan. Ketika mobilitas orang dan barang meningkat, kebutuhan terhadap transportasi, perdagangan, perhotelan, jasa hingga UMKM juga ikut terbuka.
Sebelumnya, Pemkab PPU juga telah menjajaki kerja sama pendidikan dengan Politeknik Penerbangan Surabaya untuk memperluas akses pendidikan dan kompetensi bagi generasi muda daerah.
Bandara Bisa Perkuat Ekonomi PPU
Mudyat menilai perkembangan Bandara Internasional Nusantara akan semakin strategis apabila nantinya beralih dari bandara khusus menjadi bandara komersial.
Konektivitas menuju IKN melalui jalan tol dan Jembatan Pulau Balang juga menjadi faktor pendukung. Jika penerbangan domestik hingga internasional berkembang, arus orang dan barang diperkirakan semakin tinggi. Kondisi tersebut berpotensi memberikan efek berantai bagi perekonomian PPU.
“Pendapatan kabupaten Penajam bisa bertambah dari sektor industri, pariwisata dan kawasan pengembangan ekonomi lainnya,” ujar Mudyat.
Menurutnya, peningkatan aktivitas penerbangan juga dapat memberi nilai tambah bagi masyarakat yang berada di kawasan penyangga IKN.
Meningkatnya mobilitas masyarakat akan membuka ruang lebih besar bagi pelaku usaha lokal. Transportasi, perdagangan, penginapan, kuliner dan UMKM menjadi sektor yang berpeluang ikut tumbuh seiring meningkatnya aktivitas kawasan.
Bagi Pemkab PPU, peluang ekonomi dari bandara juga berkaitan dengan upaya memperkuat kemampuan fiskal daerah.
Pemerintah daerah berharap pertumbuhan aktivitas ekonomi dapat memperluas sumber pendapatan PPU. Dengan begitu, struktur pendapatan daerah tidak terus bergantung pada dana transfer pemerintah pusat.
“Ke depan diproyeksikan pendapatan kabupaten tidak hanya bertumpu dari dana transfer dan pajak bumi dan bangunan serta pajak kendaraan bermotor saja,” kata Mudyat.
Karena itu, kesiapan SDM lokal menjadi bagian penting dari strategi tersebut. Semakin banyak warga PPU yang memiliki kompetensi dan dapat masuk ke sektor penerbangan maupun usaha pendukungnya, semakin besar pula peluang manfaat pembangunan bandara berputar di dalam daerah.
(Mat/ADV)










