PPU Kejar Kemandirian Benih Ikan, BBI Nenang Didorong Jadi UPTD

- Redaksi

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:30 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Kepala Dinas Perikanan PPU, Andi Trasodiharto.

Foto: Kepala Dinas Perikanan PPU, Andi Trasodiharto.

Lintasjejaring.com, Penajam – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, mulai mendorong kemandirian sektor budidaya ikan air tawar dengan memperkuat produksi benih di dalam daerah. Senin (05/10/2026).

Salah satu langkah yang disiapkan ialah meningkatkan status Balai Benih Ikan (BBI) Nenang di Kecamatan Penajam menjadi Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD). Langkah ini diharapkan membuat penyediaan benih ikan berkualitas lebih mudah diakses pembudidaya sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah.

Kepala Dinas Perikanan PPU, Andi Trasodiharto, mengatakan BBI Nenang selama ini menjadi bagian penting dalam mendukung pengembangan budidaya ikan air tawar di daerah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Balai benih ikan yang ada di Nenang itu adalah kepanjangan tangan dari dinas kami yang diharapkan bisa segera dijadikan UPTD,” kata Andi.

Pembudidaya Terus Bertambah

Dorongan untuk memperkuat BBI Nenang tidak terlepas dari meningkatnya aktivitas masyarakat di sektor budidaya ikan air tawar.

Baca Juga:  Kapolri Luncurkan Gerakan Pangan Murah Serentak Di Seluruh Polda

Menurut Andi, semakin banyak masyarakat yang mengembangkan usaha budidaya ikan. Kondisi tersebut membuat kebutuhan terhadap benih berkualitas ikut meningkat.

“Setiap hari dan setiap bulan, para pembudidaya semakin bertumbuh dan berkembang. Ini menjadi dasar bahwa potensi produksi ikan air tawar sangat diminati oleh masyarakat PPU,” paparnya.

Melalui penguatan BBI Nenang, pemerintah daerah ingin memastikan kebutuhan benih pembudidaya dapat dipenuhi dari produksi lokal.

Jenis ikan yang menjadi sasaran produksi antara lain nila, lele dan sejumlah jenis ikan air tawar lainnya. Selain lebih mudah diperoleh, benih tersebut diharapkan dapat dijual dengan harga yang terjangkau tanpa mengesampingkan kualitas.

“Ini juga salah satunya untuk bisa memberikan sumber pendapatan asli daerah. Harapan kita nanti bisa memproduksi ikan dengan harga yang murah dan terjangkau oleh para pembudidaya, serta ikan berkualitas yang bisa memberikan percepatan pertumbuhan,” jelas Andi.

Jangan Sampai Potensi Lokal Bergantung dari Luar

Andi menilai PPU memiliki potensi besar dalam pengembangan budidaya ikan air tawar. Karena itu, potensi tersebut perlu diikuti dengan kemampuan daerah menyediakan kebutuhan produksinya sendiri.

Baca Juga:  PPU Kembali Raih WTP atas Laporan Keuangan 2024

Menurutnya, ketergantungan terhadap pasokan ikan maupun benih dari luar daerah perlu ditekan secara bertahap.

“Jangan sampai PPU punya potensi, tetapi ikannya masih didatangkan dari luar,” tegasnya.

Kemandirian produksi juga dinilai dapat memperkuat rantai ekonomi pembudidaya. Semakin dekat sumber benih dengan lokasi budidaya, kebutuhan pembudidaya diharapkan dapat dipenuhi dengan lebih mudah dan efisien.

Tak Hanya untuk Konsumsi

Potensi pasar ikan hasil budidaya di PPU juga cukup beragam. Hasil panen masyarakat tidak hanya diserap untuk kebutuhan konsumsi rumah tangga maupun warung makan.

Baca Juga:  20,13 Hektar Untuk IAIN Tana Tidung, Pemkab Kebut Sertifikas

Ikan hidup juga menjadi kebutuhan usaha kolam pemancingan yang secara rutin membutuhkan pasokan ikan dengan ukuran tertentu. Salah satu ukuran yang banyak dicari berada di kisaran empat ekor per kilogram atau sekitar 250 gram per ekor.

Pemanfaatan lahan kosong menjadi kolam ikan dinilai dapat menciptakan aktivitas ekonomi baru bagi masyarakat. Di sisi lain, langkah tersebut juga sejalan dengan upaya memperkuat ketahanan pangan daerah.

Jika BBI Nenang nantinya ditetapkan sebagai UPTD, pemerintah daerah berharap fasilitas tersebut tidak hanya menjadi tempat produksi benih, tetapi berkembang sebagai salah satu penggerak ekosistem budidaya ikan air tawar di PPU.

“Ya kedepan kalau bisa, jangan hanya untuk produksi benih saja. Tapi jadi wilayah perputaran ekonomi, wisata kalau memungkinkan dan budidaya ikan air tawar.” pungkasnya.

(Mat/ADV)

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Disdikbud Kukar Tekankan Kualitas Guru dalam Penguatan Pendidikan Sejak PAUD
Distransnaker Kukar Sebut Magang Nasional Jadi Jembatan Lulusan Baru ke Dunia Kerja
Melalui Disbun Kukar, Korban Kebakaran Melayu dan Loa Ipuh Terima Bantuan CSR Rp150 Juta
Dispora Kukar Atur Akomodasi dan Transportasi Kontingen Porprov 2026
Dispora Kukar Atur Jadwal Latihan Atlet ASN Bersama BKPSDM Jelang Porprov Korpri Kaltim
Bupati Aulia Sebut Bankaltimtara Berperan Besar dalam Pembangunan Kukar
Disdikbud Kukar Perpanjang Pendataan Siswa Korban Kebakaran di Kelurahan Melayu
Kendaraan Rusak Milik Pemkab Kukar Berpeluang Diperbaiki Sebelum Dilelang

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:15 WITA

Disdikbud Kukar Tekankan Kualitas Guru dalam Penguatan Pendidikan Sejak PAUD

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:04 WITA

Distransnaker Kukar Sebut Magang Nasional Jadi Jembatan Lulusan Baru ke Dunia Kerja

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:01 WITA

Melalui Disbun Kukar, Korban Kebakaran Melayu dan Loa Ipuh Terima Bantuan CSR Rp150 Juta

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:15 WITA

Dispora Kukar Atur Akomodasi dan Transportasi Kontingen Porprov 2026

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:55 WITA

Dispora Kukar Atur Jadwal Latihan Atlet ASN Bersama BKPSDM Jelang Porprov Korpri Kaltim

Berita Terbaru