Layanan Digital Diperluas, Komisi I DPRD Samarinda Dorong Warga Tak Lagi Bergantung Calo

- Redaksi

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:33 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ketua Komisi I DPRD Samarinda, Samri Shaputra.

Foto: Ketua Komisi I DPRD Samarinda, Samri Shaputra.

Lintasjejaring.com, Samarinda – Kemudahan mengakses pelayanan administrasi pemerintah menjadi salah satu kunci untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap jasa perantara atau calo di Kota Samarinda. Kamis (01/10/2026)

Ketua Komisi I DPRD Samarinda, Samri Shaputra, mendorong masyarakat memanfaatkan berbagai kanal pelayanan resmi yang telah disediakan pemerintah, baik secara daring maupun dengan datang langsung ke kantor pelayanan.

Menurut Samri, perkembangan teknologi membuat sejumlah proses administrasi kini dapat dimulai dari rumah. Kondisi tersebut dinilai dapat memangkas tahapan yang sebelumnya mengharuskan masyarakat berkali-kali mendatangi kantor pemerintahan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sekarang masyarakat sudah diberikan banyak kemudahan. Beberapa pengurusan administrasi bisa dilakukan dari rumah, sehingga tidak perlu lagi menggunakan orang lain untuk mengurusnya,” kata Samri.

Ia menjelaskan, praktik percaloan berpotensi muncul ketika masyarakat menghadapi prosedur yang panjang, tidak memahami persyaratan, atau harus berulang kali datang ke lokasi pelayanan.

Baca Juga:  PPU Kejar Kemandirian Benih Ikan, BBI Nenang Didorong Jadi UPTD

Situasi itu, kata dia, dapat dimanfaatkan pihak tertentu dengan menawarkan bantuan pengurusan dengan imbalan tertentu.

“Ketika prosesnya panjang dan warga harus bolak-balik, biasanya ada pihak yang menawarkan jasa untuk membantu. Dari kondisi seperti itu celah percaloan bisa muncul,” ujarnya.

Karena itu, Samri menilai digitalisasi bukan hanya berkaitan dengan percepatan pelayanan. Sistem elektronik juga dapat membuat alur pengurusan lebih mudah dipantau karena masyarakat memperoleh informasi mengenai persyaratan dan tahapan layanan secara lebih terbuka.

Ia mencontohkan pengurusan sejumlah dokumen yang kini telah menyediakan tahapan secara daring. Pemohon dapat menyiapkan data dan dokumen lebih awal sebelum datang untuk menjalani proses yang memang membutuhkan kehadiran secara langsung.

“Untuk layanan tertentu, masyarakat cukup menginput data dan menyiapkan persyaratan secara online. Kalau memang harus datang, biasanya hanya pada tahapan yang membutuhkan verifikasi atau pemeriksaan langsung,” jelasnya.

Meski begitu, Samri mengingatkan digitalisasi tidak berarti seluruh pelayanan harus menghilangkan tatap muka.

Baca Juga:  Frans Lewi Dorong SUTT GI 150 kV Talisayan Segera Beroperasi

Menurutnya, masih ada masyarakat yang membutuhkan pendampingan secara langsung karena belum terbiasa menggunakan teknologi. Pemerintah tetap perlu menyediakan pelayanan konvensional agar transformasi digital tidak justru menciptakan kesenjangan akses.

“Pelayanan online memang penting, tetapi pelayanan langsung juga tetap diperlukan. Kemampuan masyarakat menggunakan teknologi tentu berbeda-beda,” katanya.

Samri juga mengajak masyarakat lebih berhati-hati terhadap tawaran pihak yang menjanjikan pengurusan administrasi secara cepat dengan meminta pembayaran tambahan.

Baca Juga:  DPRD Tahan Finalisasi Raperda Pajak Daerah, Tarif Sampah Dinilai Belum Berkeadilan

Ia meminta warga terlebih dahulu memastikan apakah kebutuhan administrasi tersebut sebenarnya sudah dapat diselesaikan melalui kanal resmi pemerintah.

“Kalau prosedurnya masih bisa dilakukan sendiri, masyarakat sebaiknya mengurus langsung melalui layanan resmi. Jangan mudah menggunakan jasa perantara,” tegasnya.

Menurut dia, semakin sederhana prosedur dan semakin mudah akses pelayanan, semakin kecil pula alasan masyarakat untuk mencari bantuan pihak ketiga.

Dengan demikian, penguatan layanan digital di Samarinda diharapkan tidak hanya berdampak pada efisiensi birokrasi, tetapi juga mendorong pelayanan publik yang lebih transparan serta mengurangi ruang bagi pungutan tidak resmi.

(Abi/ADV/DPRD Samarinda)

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Disdikbud Kukar Tekankan Kualitas Guru dalam Penguatan Pendidikan Sejak PAUD
Distransnaker Kukar Sebut Magang Nasional Jadi Jembatan Lulusan Baru ke Dunia Kerja
Melalui Disbun Kukar, Korban Kebakaran Melayu dan Loa Ipuh Terima Bantuan CSR Rp150 Juta
Dispora Kukar Atur Akomodasi dan Transportasi Kontingen Porprov 2026
Dispora Kukar Atur Jadwal Latihan Atlet ASN Bersama BKPSDM Jelang Porprov Korpri Kaltim
Bupati Aulia Sebut Bankaltimtara Berperan Besar dalam Pembangunan Kukar
Disdikbud Kukar Perpanjang Pendataan Siswa Korban Kebakaran di Kelurahan Melayu
Kendaraan Rusak Milik Pemkab Kukar Berpeluang Diperbaiki Sebelum Dilelang

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:15 WITA

Disdikbud Kukar Tekankan Kualitas Guru dalam Penguatan Pendidikan Sejak PAUD

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:04 WITA

Distransnaker Kukar Sebut Magang Nasional Jadi Jembatan Lulusan Baru ke Dunia Kerja

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:01 WITA

Melalui Disbun Kukar, Korban Kebakaran Melayu dan Loa Ipuh Terima Bantuan CSR Rp150 Juta

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:15 WITA

Dispora Kukar Atur Akomodasi dan Transportasi Kontingen Porprov 2026

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:55 WITA

Dispora Kukar Atur Jadwal Latihan Atlet ASN Bersama BKPSDM Jelang Porprov Korpri Kaltim

Berita Terbaru